RadarBanyuwangi.id – Masuk musim penghujan, kewaspadaan masyarakat rupanya tidak hanya diuji adanya bencana alam, seperti banjir atau angin puting beliung. Di bulan-bulan ini, warga harus awas dengan potensi kemunculan ular di sekitar rumahnya.
Pada periode Mei hingga Juli, itu masa musim kawin bagi ular. Mereka akan keluar dari persembunyian untuk mencari pasangan. Dan pada Agustus hingga November, saat ular yang baru kawin itu bertelur. “Musim tetasnya telur ular itu pada Desember sampai Februari,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI Jatim IV Banyuwangi, drh Risa Isna Fahziar.
Menurut dr Risa, saat muism telur ini ular atau reptil jenis lain akan cenderung mencari tempat yang lembab dan hangat untuk bertelur dan menetaskan telurnya. Ular akan bersembunyi di tempat yang banyak mangsa untuk bayi-bayinya. “Ini yang harus jadi kewaspadaan bagi masyarakat,” ucapnya.
Koordinator Damkarmat Genteng, Sutikno menyampaikan selain memasuki musim ular bertelur, masifnya laporan terkait ular masuk rumah di pemukiman juga terjadi karena dulunya sebelum menjadi perumahan, lokasi tersebut habitat asli ular. Apalagi, kawasan perumahan itu dulunya sawah yang banyak ditumbuhi pepohonan. “Jadi memang habitatnya di situ, dan itu menjadi indikator jika alamnya bagus,” ucapnya.
Karena itulah, Sutikno mengatakan kemunculan ular di perkampungan warga justru dianggap hal yang wajar. Untuk mencegah ular masuk ke rumah, dia menyarankan warga membersihkan rumah secara rutin. “Ya bagaimana lagi, bulan-bulan ini ada masa tetas telur reptil. Bila menemukan ular di rumah, langkah paling aman usir dengan sapu. Sebisa mungkin jangan sampai dibunuh,”ujarnya.
Sutikno menyampaikan pada dasarnya hewan melata itu akan menyerang jika merasa terancam. Kemunculan ular beberapa waktu terakhir, lanjut dia, merupakan siklus yang berulang setiap tahun. “Bisa disampaikan kepada kami laporannya, kami akan bantu,” tuturnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi