SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina yang dikeluarkan pada Rabu (8/11), ternyata dampaknya mulai dirasakan di toko kelontong yang ada di pedesaan. Sejumlah produk makanan dan minuman (mamin) produksi negara pro Israel, hampir tidak tersentuh masyarakat.
Dalam fatwa itu, MUI menghimbau umat Islam menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel. “Mendukung pihak yang diketahui mendukung agresi Israel, baik langsung maupun tidak langsung, seperti dengan membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung agresi Israel hukumnya haram,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asroroun Niam Sholeh dalam keterangan resminya.
Beberapa produk dari produsen yang mendukung Israel itu makanan dan minuman seperti Coca-Cola, Nestle, hingga Danone. “Beberapa produk itu banyak ditemukan di toko-toko kelontong,” ujar Aries Gunawan, 46, pemilik took kelontong di Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono Selasa (14/11).
Sejak ada fatwa MUI dan tersebar di berbagai media, terang dia, mulai banyak masyarakat yang mengurangi pembelian produk negara pendukung Israel tersebut. “Di toko stok masih banyak, menumpuk, pembeli berkurang banyak,” katanya.
Hanya saja, lanjut dia, masih ada pelanggannya yang tetap membeli produk-produk tersebut. Mereka itu ada yang tahu dengan fatwa MUI, tapi juga ada yang tidak tahu. “Ada yang beli, tapi tidak sebanyak sebelumnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Meski jumlah pembelian beberapa produk itu menurun, Aries menyebut itu tidak sampai membuat omzet penjualannya turun drastis. “Stok yang tersedia juga tidak terlalu banyak, jadi omzet masih aman. Masyarakat banyak membeli produk serupa dari merk lain,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kerugian, jelas dia, beberapa stok barang bermerk yang terafiliasi pendukung Israel mulai dikurangi. Bila sudah terlanjur di toko, juga disimpan. “Sementara ditahan dulu, tidak pesan lagi ke distributor,” cetusnya.
Pemilik toko lainnya Meita Sari, 30, warga Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring juga mulai mengurangi belanja produk yang terafiliasi pendukung Israel. “Agar tidak rugi, karena yang beli mulai turun,” ungkapnya.
Untuk sementara, Meita memutuskan menambah stok barang dari merk lain yang masih diminati oleh masyarakat sekitar. “Stok produk makanan dan minuman dari merk lokal atau selain yang disebut terafiliasi dengan Israel agak diperbanyak,” katanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi