Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Panas Buah Semangka Laris Manis dan Terjual Ratusan Kilogram Per Hari

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 8 November 2023 | 20:00 WIB
LARIS: Ratusan kilogram semangka dijual pedagang di tepi jalan raya Desa Wonosobo, Kecamatan Srono Selasa (7/11).
LARIS: Ratusan kilogram semangka dijual pedagang di tepi jalan raya Desa Wonosobo, Kecamatan Srono Selasa (7/11).

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Meski sempat diguyur hujan pada Jumat (3/11) lalu di beberapa wilayah, cuaca panas rupanya masih bertahan di Banyuwangi. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para penjual semangka untuk jualan di sejumlah ruas jalan.

Salah satu penjual semangka, Ferdy Diki Perdana, 28, warga Dusun Krajan, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono mengaku jumlah penjualannya meningkat selama musim kemarau ini. “Selama tiga hari ini sudah terjual sampai dua kuintal,” ungkapnya Selasa (7/11).

Musim kemarau ini, terang dia, banyak masyarakat yang mendatangi lapaknya di bawah pohon trembesi tepi jalan raya Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. “Alhamdulillah, ramai dan dagangan selalu habis,” katanya.

Selain karena musim panas, lanjut dia, faktor lain yang menyebabkan buah semangka masih diburu masyarakat itu karena harganya yang relatif murah. “Per kilogramnya saat ini hanya Rp 7.000,” ujarnya.

Menurut Ferdy, semangka yang dijual itu dibeli dari hasil panen petani di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Untuk daerah penghasil semangka seperti Desa Sumbersewu dan Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar masih belum banyak yang panen. “Masih banyak yang belum panen,” terangnya.

Pedagang semangka lainnya, Umi Kulsum, asal Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar menyebut kualitas semangka hasil panen musim kemarau lebih baik dibanding saat penghujan. “Buahnya lebih manis dan segar,” katanya.

Selain dari segi kualitas, masih kata dia, hasil panen semangka musim ini juga melimpah. Bahkan, kata Umi, pengiriman semangka tembus hingga ke Jakarta. Hanya saja, untuk sementara panenan di sentra semangka seperti Desa Tembokrejo masih belum banyak. “Beberapa petani masih baru selesai proses pengawinan buah,” ungkapnya.

Umi mengaku selama musim kemarau ini harga buah semangka dari petani bisa stabil dikisaran Rp 7.000 per kilogram. “Sejak Mei lalu, harga cenderung stabil,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Petani #masyarakat #Kilogram #buah #kemarau #pembeli #terjual #cuaca #laris #kualitas #panas #proses #Ratusan #semangka #perkawinan #musim