KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Putusnya dua jembatan di sepanjang jalan perbatasan Desa Kalibaru Wetan dan Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru akibat banjir bandang pada November 2022, membuat warga kesusahan. Tidak hanya mobilitas yang terbatas, para pemilik usaha pendapatannya juga anjlok karena warga yang melintas sepi, Senin (25/9).
Salah satu pemilik warung makan di pinggir jalan Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Mariani, 51, mengatakan pendapatannya berkurang sejak dua jembatan penghubung tiga desa itu putus. “Warung saya di tengah jembatan putus di (Desa) Kalibaru Wetan dan (Desa) Kajarharjo,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Mariani menyebut, karena jembatan jebol akibat banjir bandang, jumlah pelanggan menurun dan itu sangat berpengaruh terhadap pendapatannya. “Biasanya mobil banyak yang lewat sini, pekerja-pekerja seperti sales dan kurir juga banyak yang lewat, sekarang jembatannya putus, sedikit yang lewat,” paparnya.
Dalam sehari, Mariani mengaku hanya bisa mengumpulkan uang sekitar rp 250 ribuan dari jualan makanan dan kopi. “Dulu bisa dua kali lipat, sekarang pembeli yang paling banyak orang sini saja, dulu orang dari luar Kalibaru Wetan dan Kajarharjo juga banyak yang beli di saya,” katanya.
Tidak hanya Mariani, Mat Sirat, 73, yang membuka jasa tukang kunci mengaku pendapatannya berkurang sejak jembatan di Desa Kalibaru Wetan putus. “Sekarang dari belakang pegadaian sudah tidak bisa dilewati mobil, kalau pelanggan mau mutar jalan untuk ke tempat saya juga jauh. Ya akhirnya cari tukang kunci lain.” tandasnya.
Camat Kalibaru, Susanto Wibowo mengatakan dua jembatan yang ambrol itu tengah menjadi prioritas untuk dibangun. “Dua-duanya sedang dikerjakan sekarang, secepatnya akan selesai dan bisa dilalui warga lagi,” katanya singkat.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi