Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Duh, Peserta Karnaval Kota Genteng Tampilkan Tarian Seronok di Depan Umum Saat Atraksi di Jalan Raya

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 5 September 2023 | 21:00 WIB
TAK PATUT: Peserta karnaval di Kecamatan Genteng menampilkan tarian yang tak pantas di depan umum saat atraksi di jalan, Minggu (3/9) sore.
TAK PATUT: Peserta karnaval di Kecamatan Genteng menampilkan tarian yang tak pantas di depan umum saat atraksi di jalan, Minggu (3/9) sore.

KEJADIAN tak patut dalam karnaval dalam rangkat HUT ke-78 RI, penampilan para peserta juga menjadi sorotan. Kostum, tarian, dan lagu yang ditampilkan sejumlah peserta terkesan acak-acakan dan tampak tidak terkoordinasi dengan baik oleh panitia.

Peserta banyak yang menampilkan atraksi dan pakaian kurang patut karena seronok, banyak dipertontonkan dan lolos hingga ke garis finish. Itu salah satunya dari Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.  “Rombongan yang menampilkan goyangan erotis, itu sekumpulan anak muda yang ikut nimbrung ke barisan defile Pemerintah Desa Genteng Wetan,” kata Kepala Desa (Kades) Genteng Wetan, H M Syukri.

Sukri mengaku sudah melakukan pendataan dari tiap dusun yang akan mengeluarkan barisan karnaval. Tema yang akan dibawakan, juga didata. “Apabila ada yang seperti itu (erotis), jelas saya larang,” ujarnya.

Karena banyak disorot, Syukri mengatakan akan memanggil pihak sponsor, dalam hal ini pelaku bisnis kuliner di Desa Genteng Wetan. Karena dianggap mencoreng barisannya,  akan diberikan teguran keras dan diminta untuk  memohon maaf atas kejadian tersebut. “Adinda Cathering (tertulis di baju peserta), mungkin besok akan saya panggil dan saya tegur, jangan sampai hal yang tidak pantas di pertontonkan, mengingat disana banyak anak-anak kecil,” tegasnya.

Ketua Panitia Karnaval HUT ke-78 RI Kecamatan Genteng, Nursalim mengaku tidak bisa mengontrol apa yang akan ditampilkan para peserta. Sebab, a animo peserta yang ikut tidak bisa diprediksi panitia. “Dari yang diprediksi hanya sekitar 200 peserta, ternyata ada sekitar 400 peserta, itu juga jadi molor (pelaksanaan),” ujarnya.

Terkait apa yang ditampilkan peserta, Nursalim menyebut peserta sudah diberi arahan agar atraksi sewajarnya. “Kita juga sudah ingatkan agar atraksi sambil jalan, tapi karena tidak terkontrol, mereka tetap atraksi di sembarang titik,” ungkapnya.(sas/abi)

 

Editor : Agus Baihaqi
#tarian #lagu #penampilan #pemerintah #kepala desa (kades) #jalan #karnaval #Peserta #panitia #finish #erotis #kostum #atraksi #pargoy