GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng - Pengunjung yang datang ke Situs Ananta Boga di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore tidak hanya untuk melakukan ritual, atau sekadar menghilangkan penat dengan menikmati keindahan alam. Mereka ada yang datang untuk mendapatkan air suci dari tiga sumber air yang ada di lokasi tersebut, Kamis (20/7).
Banyak pengunjung yang datang sambil membawa jeriken kosong. Itu untuk dibuat membawa air suci yang dipercaya bisa digunakan untuk beragam keperluan, mulai melancarkan rezeki, mendapat jodoh, hingga membuka aura seseorang saat akan maju dalam pemilihan umum (pemilu).
Salah satu pemangku di Situs Ananta Boga, Gimin, 69, menjelaskan, mata air yang banyak dibawa pulang oleh pengunjung itu, diambil dari tiga mata air yang ada di lokasi tersebut. “Di sini ada banyak mata air, yang banyak diambil dan dimanfaatkan ada tiga,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Tiga sumber mata air itu, jelas dia, mata air Dewi Uma, mata air Dewi Gangga, dan mata air Bedawang Nale. Tiga mata air itu, menurut Gimin memiliki kegunaan masing-masing. “Mata air Dewi Uma itu biasa untuk melukat atau peleburan, mata air Dewi Gangga dipakai untuk penyucian, sedangkan di sumber air Bedawang Nale untuk permohonan,” jelasnya.
Di mata air Bedawang Nale itu, lanjut dia, pengunjung biasa mengambil air untuk segala permohonan yang diinginkan. “Menurut kepercayaan, mata air itu dipercaya bisa melancarkan segala keinginan, mulai dari rezeki, jodoh, atau bahkan ingin segera punya momongan,” katanya.
Malahan, menurut Gimin, tidak sedikit politikus yang datang ke lokasi tersebut untuk mengambil air dari Bedawang Nale sebelum maju di kontestasi politik. “Bupati Jembrana, Bali yang menjabat sekarang (I Nengah Tamba), dulu ke sini juga,” katanya seraya menyebut orang yang ingin mengambil air harus melalui tahapan-tahapan untuk meminta kepada penunggu mata air.
Salah satu pengunjung asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Lukianto, 43, mengungkapkan datang ke lokasi tersebut sekadar untuk berwisata. Tapi setelah mendapat informasi terkait mata air, ia membawa pulang air dengan ditempatkan di jeriken. “Niatnya meditasi saja, sekalian bawa air dari sini dengan harapan bisa diberi kesehatan,” paparnya saat berjalan keluar lokasi situs.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi