Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diterjang Angin Kencang, Dua Rumah Warga Wringinrejo Rusak

Ali Sodiqin • Minggu, 26 Desember 2021 | 16:00 WIB
diterjang-angin-kencang-dua-rumah-warga-wringinrejo-rusak
diterjang-angin-kencang-dua-rumah-warga-wringinrejo-rusak

GAMBIRAN – Hujan deras desertai angin kencang melanda sebagian wilayah Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kamis sore (23/12). Dua rumah rusak parah dan sejumlah rumah warga lainnya gentingnya melorot dan beterbangan.



Kedua rumah warga yang rusak berat itu milik Iwan Rudi Prasetia di Dusun Toyomas, Desa Wringinrejo, dan rumah milik Setyo Budi di Dusun Krajan, Desa Wringinrejo. Selain itu, sejumlah pohon di pinggir jalan juga banyak yang tumbang. “Saat ada angin besar, turun hujan deras,” terang Erika Dian Lestari, 33, istri Iwan Rudi Prasetia.



Saat ada angin kencang sekitar pukul 15.00, Erika mengaku tinggal di rumah bersama dua anaknya. Sedang sang suami lagi memancing ikan. “Anginnya kencang sekali dari arah selatan,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Genteng.



Saat ada angin kencang, Erika mencoba menutup pintu. Tapi bersamaan dengan itu, atap rumahnya dengan bahan dari galvalum beterbangan semua. “Alhamdulillah, kami semua selamat, salah satu anak saya terkena reruntuhan, tapi tidak parah,” ungkapnya. 



Atap galvalum yang beterbangan itu, jelas dia, sebagian ambruk ke samping rumah, dan sebagian lagi ambruk ke dalam rumah. “Anak-anak ketakutan, kami bertiga berkumpul di dekat pintu bagian depan,” jelasnya.



Iwan Rudi Prasetia menambahkan, galvalum dengan rangka dari baja yang dipasang di rumahnya, sebenarnya sangat kuat. Tapi karena hempasan angin yang cukup kencang, atap rumahnya itu beterbangan. “Angin besar rangka tertarik dan beterbangan,” jelasnya.



Menurut Iwan, atap galvalum itu baru diperbaiki sekitar dua bulan lalu. Akibat kejadian ini, ia mengalami kerugian sekitar Rp. 20 juta lebih. Selain itu, banyak perabotan rumahnya yang rusak. “Banyak perabotan rumah rusak,” terangnya.



Korban lain Setio Budi, 36, yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Wringinrejo, menyampaikan gara-gara angin kencang itu atap teras rumahnya ambruk. Saat ada angina besar itu, ia bersama istrinya, Nur Laila, 33, anaknya, dan tiga orang tetangga berada di dalam rumah. “Suasana mencekam, hujan deras dan angin kencang,” ungkapnya.



Angin yang berembus cukup kuat itu, jelas dia, membuat atap di teras rumahnya terangkat. Karena angina semakin menggila, ia memutuskan mengamankan diri di belakang rumah. “Pindah ke belakang kalau ada apa-apa mudah menghindar, karena depan anginnya kencang,” jelasnya.



Kepala Desa Wringinrejo, Muadim desanya diterjang angin itu bukan yang pertama. Dua kejadian sebelumnya, bersamaan dengan angin puting beliung yang terjadi di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Dulu banyak pohon yang tumbang, ada yang menimpa tiang listrik dan pemadaman,” cetusnya.



Muadim mengaku belum mengetahui kerugian yang diderita warga setelah rumahnya rusak diterjang angin. Pihaknya masih terus mendata. “Selain dua rumah warga rusak agak parah, belasan rumah gentingnya beterbangan,” katanya.



Untuk perbaikan rumah warga akibat bencana alam itu, pemerintah desa akan melihat kondisinya rumah-rumah itu. Tapi, akan tetap berupaya memberi bantuan kepada warga terdampak. “Kita belum bisa memastikan bentuknya, nanti kita usahakan,” cetusnya.(abi)


Editor : Ali Sodiqin
#jalan macet #cuaca ekstrem #angin kencang #rumah roboh