Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kontroversi Love and Deepspace, Karakter Valko Dibatalkan Usai Gelombang Protes Penggemar

Nabella Anastasya Pratiwi • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:42 WIB
Kontroversi Love and Deepspace memuncak setelah karakter baru Valko dibatalkan akibat protes penggemar di Tiongkok. (Love and Deepspace)
Kontroversi Love and Deepspace memuncak setelah karakter baru Valko dibatalkan akibat protes penggemar di Tiongkok. (Love and Deepspace)

RADARBANYUWANGI.ID - Industri gim kembali diwarnai kontroversi setelah gim otome Love and Deepspace membatalkan peluncuran karakter romansa baru bernama Valko. Keputusan tersebut diambil setelah gelombang protes besar dari penggemar di Tiongkok, tetapi justru memicu reaksi berlawanan dari komunitas pemain internasional.

Love and Deepspace merupakan gim simulasi kencan (otome) 3D bertema fiksi ilmiah yang dikembangkan oleh Papergames bersama Infold Games. Dirilis pada 18 Januari 2024, gim ini mengajak pemain berperan sebagai pemburu monster yang bertugas melawan makhluk kosmik sembari membangun hubungan romantis dengan lima karakter utama, yakni Xavier, Zayne, Rafayel, Sylus, dan Caleb.

Selama lebih dari dua tahun beroperasi, gim tersebut berhasil menarik perhatian, terutama dari kalangan pemain perempuan. Namun, situasi berubah ketika pengembang memperkenalkan karakter baru bernama Valko melalui siaran langsung bertajuk Supermoon Countdown di kanal YouTube resmi pada 22 Juni 2026.

Alih-alih mendapat sambutan positif, pengenalan Valko justru memicu penolakan luas, khususnya dari komunitas pemain di Tiongkok. Salah satu pemicunya adalah materi promosi yang dinilai menyiratkan unsur kekerasan terhadap perempuan sehingga menuai kritik keras dari para penggemar.

Kemarahan pemain juga dipicu minimnya pembaruan alur cerita untuk dua karakter yang telah lebih dahulu hadir, yakni Sylus dan Caleb. Banyak penggemar menilai pengembang lebih memilih memperkenalkan karakter baru dibanding menyelesaikan pengembangan cerita karakter yang sudah ada.

Aksi protes kemudian meluas. Sejumlah penggemar mendatangi kantor Infold Games dengan membawa atribut bernuansa pemakaman sebagai simbol kekecewaan. Tidak hanya itu, aksi vandalisme berupa pelemparan kotoran hewan di sekitar area perusahaan turut dilaporkan terjadi. Di sisi lain, gerakan boikot terhadap gim tersebut disebut berdampak pada penurunan kepercayaan investor hingga memengaruhi nilai saham perusahaan.

Di tengah tekanan tersebut, Infold Games dan Papergames akhirnya mengumumkan pembatalan permanen perilisan Valko pada 30 Juni 2026 melalui akun media sosial resmi mereka.

Namun, keputusan itu justru memicu gelombang protes baru dari komunitas pemain internasional. Banyak penggemar yang sebelumnya menantikan kehadiran Valko menyatakan kecewa dan melakukan aksi unfollow terhadap seluruh akun media sosial resmi Love and Deepspace.

Selain itu, para pemain juga ramai-ramai memberikan ulasan bintang satu di Google Play sebagai bentuk protes. Sebuah petisi daring yang menuntut agar Valko tetap dirilis berhasil mengumpulkan lebih dari 100 ribu tanda tangan. Tagar #BringValkoBack pun ramai digunakan di media sosial sebagai bentuk desakan kepada pengembang untuk mengembalikan rencana perilisan karakter tersebut.

Kasus ini menjadi gambaran bagaimana keputusan pengembang gim dapat memunculkan perbedaan kepentingan di antara komunitas penggemar dari berbagai wilayah. Keputusan yang dianggap mampu meredam protes di satu pasar justru memicu penolakan dari basis pemain di pasar lainnya.

Sebagai tindak lanjut, Infold Games dan Papergames menyatakan akan memusatkan pengembangan Love and Deepspace pada lima karakter utama yang telah ada. Pengembang juga menegaskan tidak berencana menambahkan karakter romansa baru pada masa mendatang sebagai bagian dari arah pengembangan gim ke depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Love and Deepspace Valko Infold Games