Teori Penggemar Satukan Pennywise dan Mary Poppins, Analisis Kemiripan Karakter Jadi Perbincangan Penikmat Film

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:49 WIB
Teori penggemar yang menghubungkan Pennywise dalam IT dengan Mary Poppins kembali ramai diperbincangkan. (fortressofsolitude.co.za)
Teori penggemar yang menghubungkan Pennywise dalam IT dengan Mary Poppins kembali ramai diperbincangkan. (fortressofsolitude.co.za)

RADARBANYUWANGI.ID - Teori penggemar yang menghubungkan sosok monster Pennywise dalam film IT dengan karakter pengasuh ajaib Disney, Mary Poppins, kembali menjadi perbincangan di kalangan penikmat budaya populer dunia. Analisis tersebut menyebut keduanya bukan sekadar karakter fiksi biasa, melainkan makhluk kosmik yang berasal dari dimensi lain dan muncul ke bumi dalam rentang waktu tertentu.

Laporan media hiburan SlashFilm mengulas teori tersebut dengan menyoroti sejumlah kemiripan mendasar antara kedua karakter. Meski berasal dari semesta cerita yang berbeda, Pennywise dan Mary Poppins dinilai memiliki pola kemampuan magis yang hampir serupa.

Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa keduanya mampu memengaruhi emosi manusia melalui kekuatan supernatural. Pennywise memanfaatkan rasa takut anak-anak sebagai sumber energi, sedangkan Mary Poppins disebut memperoleh energi dari kegembiraan dan kebahagiaan yang ia ciptakan.

Kemiripan lain terlihat pada penggunaan benda yang melayang sebagai ciri khas masing-masing karakter. Pennywise identik dengan balon merah, sementara Mary Poppins dikenal menggunakan payung ajaib untuk terbang dan berpindah tempat.

Pengamat budaya populer dalam wawancara bersama SlashFilm di Los Angeles, California, Jumat (1/8/2026), menilai kedua karakter merepresentasikan dua sisi berbeda dari konsep kosmik yang sama.

"Kedua karakter ini pada dasarnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama dalam semesta kosmik. Jika Pennywise menggunakan ilusi ajaib untuk menimbulkan trauma dan rasa takut, Mary Poppins menggunakan keajaiban yang serupa untuk menghadirkan kebahagiaan dan imajinasi," jelasnya.

Pandangan serupa juga disampaikan pakar literatur horor yang menyoroti kesamaan pola narasi dalam kedua kisah tersebut. Menurutnya, baik cerita IT maupun Mary Poppins sama-sama menampilkan pengalaman luar biasa yang hanya benar-benar dipahami oleh anak-anak.

"Kemiripan paling mencolok adalah bagaimana orang dewasa dalam kedua cerita tersebut selalu lupa atau tidak menyadari keajaiban dan teror yang dialami oleh anak-anak setelah kejadian tersebut berlalu," paparnya.

Sementara itu, perwakilan komunitas penggemar horor menilai teori tersebut menjadi bukti kreativitas penggemar dalam mengembangkan hubungan antarsemesta fiksi.

"Membandingkan sosok monster mengerikan seperti Pennywise dengan karakter lembut seperti Mary Poppins membuktikan betapa luasnya imajinasi para penggemar dalam merangkai semesta fiksi," ungkapnya sebagaimana dikutip SlashFilm.

Meski tidak memiliki dasar resmi dari kreator kedua karya tersebut, teori ini terus menarik perhatian karena menyajikan sudut pandang baru terhadap karakter-karakter ikonik dalam dunia perfilman. Bagi sebagian penggemar, kemiripan kemampuan, pola kemunculan, hingga cara kedua tokoh memengaruhi anak-anak menjadi alasan mengapa teori tersebut masih terus diperdebatkan hingga kini.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : SlashFilm
Pennywise