RADARBANYUWANGI.ID - Setelah beberapa tahun terakhir didominasi genre romansa modern, komedi, dan slice of life, 2025 menandai kebangkitan kembali drama Korea berlatar sejarah atau yang dikenal sebagai saeguk.
Penonton seperti diajak menyelami ulang dunia kerajaan, konspirasi istana, dan kisah cinta tragis khas zaman lampau.
Popularitas drama saeguk tahun ini bukan kebetulan. Ada berbagai faktor yang membuat genre ini kembali jadi sorotan, bahkan dinanti-nanti di tiap musim penayangan.
Daya Tarik Visual dan Budaya yang Unik
Saeguk selalu menonjol dalam hal visual. Mulai dari pakaian tradisional (hanbok), tata rambut bangsawan, hingga desain set istana dan desa klasik semuanya menyuguhkan pengalaman estetis yang tidak dimiliki genre lain.
Tahun ini, kualitas visual saeguk makin meningkat berkat dukungan teknologi dan anggaran besar, sehingga tampilannya makin sinematik dan megah.
Cerita Lebih Kompleks dan Penuh Intrik
Tidak seperti drama modern yang seringkali ringan dan fokus pada romansa, saeguk biasanya menyajikan cerita rumit.
Tahun ini, penulis naskah saeguk menyuntikkan konflik politik, perebutan tahta, pertarungan moral, hingga persoalan rakyat kecil ke dalam alur yang penuh kejutan. Ini memberi tantangan dan kedalaman emosional lebih besar bagi penonton.
Popularitas Drama Saeguk Sebelumnya Jadi Momentum
Keberhasilan drama seperti The Crowned Clown, Mr. Queen, atau Under the Queen’s Umbrella di tahun-tahun sebelumnya membuka jalan bagi lebih banyak produksi saeguk.
Kegemaran penonton internasional terhadap cerita berlatar masa lalu mendorong stasiun TV dan platform streaming untuk kembali memproduksi genre ini dalam jumlah besar.
Kembalinya Bintang Saeguk dan Aktor Populer
Banyak aktor yang dikenal lewat saeguk kembali tampil, seperti Lee Joon-gi, Kim So-hyun, hingga Namgoong Min. Mereka dikenal punya kemampuan akting kuat dalam menyampaikan emosi dan bahasa formal yang digunakan dalam saeguk. Kehadiran mereka membuat penonton merasa drama ini berkualitas dan layak ditonton.
Dukungan Platform Global dan Budget Tinggi
Netflix, Disney+, dan Prime Video bersaing mendapatkan hak tayang drama Korea, termasuk saeguk.
Persaingan ini membuat rumah produksi mendapatkan dukungan finansial besar, sehingga bisa membuat saeguk dengan skala produksi besar, sinematografi canggih, hingga desain kostum yang mendetail.
Genre Campuran Membuat Saeguk Lebih Fleksibel
Kini saeguk tidak melulu serius. Banyak drama saeguk 2025 yang memadukan elemen fantasi, time travel, atau thriller. Misalnya, drama seperti The Moon Reversed menghadirkan dunia paralel di era Joseon, atau Cursed Empress yang menggabungkan misteri dan supranatural. Ini menjadikan genre ini relevan dan disukai oleh generasi muda.
Saeguk Sebagai Media Mengenalkan Budaya Korea ke Dunia
Bagi penonton internasional, saeguk adalah jendela untuk mengenal sejarah, adat, dan budaya Korea.
Melalui cerita-cerita berlatar masa lalu, penonton luar negeri bisa memahami sistem kerajaan, bahasa sopan santun, bahkan filosofi hidup masyarakat Korea. Popularitas saeguk secara tidak langsung memperkuat gelombang Hallyu.
Meski berlatar masa lalu, banyak saeguk tahun ini mengangkat isu seperti kesetaraan gender, korupsi kekuasaan, dan hak asasi.
Hal ini membuat ceritanya terasa relevan dengan kondisi sekarang, menjadikannya bukan hanya tontonan, tapi juga refleksi sosial yang kuat.
Saeguk Lebih Tahan Lama di Ingatan Penonton
Saeguk cenderung memiliki cerita dan karakter yang lebih berkesan. Banyak drama saeguk yang menjadi “legendaris” karena konfliknya yang mendalam, dialog kuat, dan ending yang emosional. Ini membuat genre ini tidak hanya viral sesaat, tapi juga bertahan lama di ingatan fans.
2025 penuh dengan saeguk baru seperti The King's Justice, Flower in Ashes, Bloodline of Joseon, hingga Queen Mantis.
Setiap judul punya ciri khas, visual kuat, dan cerita yang tidak saling tumpang tindih. Penonton tidak kehabisan pilihan dan bisa menikmati variasi tema.
Tren drama saeguk di 2025 menunjukkan bahwa genre ini bisa berevolusi. Ia tak lagi kaku dan berat, tapi justru makin kaya, berani bereksperimen, dan dekat dengan penonton modern.
Jika kamu belum mulai nonton saeguk tahun ini, mungkin sekarang saat yang tepat untuk kembali ke masa lalu dengan cerita yang tetap terasa segar dan relevan.
Penulis : Maharani Valensya Nurma Yunita | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin