RADARBANYUWANGI.ID - Dunia perfilman Jepang kembali diramaikan oleh kesuksesan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle.
Memasuki pekan keempat penayangannya, film ini tetap bertahan di posisi keempat box office Jepang, bahkan berhasil mengungguli film terbaru dari waralaba Crayon Shin-chan.
Berdasarkan laporan Kogyo Tsushinsha, pendapatan Infinity Castle pada akhir pekan keempat mengalami penurunan sebesar 22 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Namun, jumlah tersebut tetap melampaui perolehan film Jurassic World: Rebirth.
Cuan Fantastis: Rp 2,4 Triliun dalam 25 Hari
Dilansir dari laman resmi Demon Slayer, hingga 12 Agustus atau 25 hari sejak perilisan, Infinity Castle telah mengantongi pendapatan sebesar 22 miliar yen, setara dengan Rp 2,4 triliun.
Prestasi ini tidak lepas dari antusiasme 15.698.202 penonton yang memadati bioskop demi menyaksikan klimaks pertarungan epik Akaza, salah satu iblis Upper Moon Tiga dalam kisah karya Koyoharu Gotouge tersebut.
Masuk Daftar Film Terlaris Sepanjang Masa di Jepang
Dengan capaian ini, Infinity Castle kini menempati peringkat keenam dalam daftar film terlaris sepanjang masa di Jepang.
Di kategori film animasi Jepang, posisinya berada di urutan keempat, tepat di bawah Mugen Train, Spirited Away, dan Your Name.
Kalahkan Crayon Shin-chan dan Jurassic World: Rebirth
Prestasi Infinity Castle semakin mencolok karena mampu menyalip film ke-32 Crayon Shin-chan yang tayang sejak 8 Agustus di 372 bioskop Jepang.
Film animasi ikonik tersebut hanya mampu mengumpulkan pendapatan 450 juta yen atau sekitar Rp 49,5 miliar pada akhir pekan perdananya.
Meski demikian, Crayon Shin-chan mendapatkan sambutan positif dengan tingkat kepuasan rata-rata 3,73 dari 5,0 berdasarkan 695 ulasan penonton.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan skor yang diperoleh Jurassic World: Rebirth.
Masa Depan Box Office Infinity Castle
Melihat tren penjualan tiket dan antusiasme penggemar, besar kemungkinan Infinity Castle akan terus bertahan di papan atas box office Jepang dalam beberapa pekan ke depan.
Apalagi, kisahnya menjadi bagian penutup dari perjalanan panjang serial Demon Slayer yang telah memikat jutaan penonton di seluruh dunia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi