RADAR BANYUWANGI – Nuansa Ngerandu Buko di Pantai Boom Marina Banyuwangi semakin meriah.
Senin (18/3) sore lalu, ratusan penyandang disabilitas di Banyuwangi menghabiskan waktu jelang berbuka puasa dengan mengaji Al-Qur’an braile dan bahasa isyarat.
Pembacaan Al-Qur’an braile dilakukan di atas panggung dengan lima orang penyandang tunanetra yang melafalkan ayat suci Al-Qu’an.
Di sebelahnya, ada beberapa penyandang tunarungu yang juga mengaji menggunakan bahasa isyarat.
Mereka mengaji bersama-sama hingga mendekati waktu berbuka puasa. Setelah waktu berbuka, para penyandang disabilitas itu kemudian berbelanja di sekitar pasar Ramadan yang ada di dalam Pantai Marina Boom.
Ketua Yayasan Aura Lentera Indonesia Windoyo mengatakan, kegiatan Ngerandu Buko dengan mengaji Al-Qur’an braile itu awalnya muncul dari permintaan beberapa komunitas difabel yang ingin mengisi aktivitas di bulan Ramadan dengan kegiatan positif.
Setelah itu Windoyo menyampaikan keinginan komunitas tersebut kepada panitia Ngerandu Buko di Pantai Boom.
”Alhamdulillah, ide teman-teman disambut antusias oleh Pemkab Banyuwangi, support system untuk kegiatan kita tercukupi,” kata Windoyo.
Komunitas difabel yang terdiri 100 orang itu kemudian menggelar kegiatan di tepi Pantai Marina Boom.
Ada lima orang penyandang tunanetra yang membaca Al-Qur’an braile di tepi pantai. Ada juga beberapa penyandang tuna rungu mengaji Al-Qur’an. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin