Tikus yang diternak Ahmad Jawang adalah ternak tikus rat (Rattus novergicus), dan mencit (Mus musculus Swiss Webster). Dua jenis tikus yang dipeliharanya itu bisa dijadikan pakan reptil dan dibeli kalangan akademisi untuk uji laboratorium.
Lokasi pemeliharaan tikus putih itu bertempat di belakang rumah Ahmad Jawang. Di kandang tersebut terlihat ribuan tikus sudah dipetak-petak sesuai dengan ukurannya masing-masing. ”Yang kecil ya harus dikumpulkan dengan yang kecil, kalau disatukan dimakan yang lebih besar hingga banyak yang mati,” kata Ahmad.
Dia menyebut, memelihara tikus gampang-gampang susah. Dirasa gampang saat sudah melihat tikus kondisinya besar-besar. Dirasa sulit ketika menjaga kesehatan tikus yang masih kecil agar bisa bertahan hidup hingga dipanen.
”Sejak usia kandungan hingga melahirkan hanya butuh satu minggu. Untuk panennya itu menunggu satu bulan. Kalau memperbanyak tikusnya ya gampang, yang sulit menjaga untuk tetap hidup,” ujar Ahmad sambil tertawa lepas.
Dikatakan, harga tikus yang dipeliharanya tidak sama. Untuk harga satu ekor tikus jenis mencit dibanderol Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per ekor, tergantung dengan besar kecilnya tikus. Sedangkan harga tikus rat dijual Rp 7 ribu hingga 11 ribu.
”Yang membeli itu ya para pencinta hewan reptil seperti ular. Ada juga dari bagian akademisi yang berlangganan untuk uji coba laboratorium,” katanya.
Penghasilan yang didapatkan pria dua anak itu cukup besar. Sekali panen dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 2 juta hingga 13 juta. Bagaimana tidak, orang yang menjadi pelanggannya bukan hanya lintas kabupaten, tetapi juga lintas provinsi. ”Yang beli itu ada yang dari Tangerang, Bogor. Yang dari Sulawesi juga ada,” tegas Ahmad.
Dari usaha beternak tikus itulah, Ahmad mampu menghidupi keluarganya sekaligus menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku kuliah. Kini, satu anaknya sudah berhasil menyelesaikan kuliah strata satu. Sedangkan anak yang kedua masih kuliah.
”Alhamdulillah, anak-anak saya sama-sama semangat untuk kuliah. Meskipun saya sempat tidak punya uang untuk melanjutkan keinginan anak saya, tapi anak saya tetap ingin sekolah sambil usaha sendiri juga,” pungkas Ahmad Jawang. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal