RADAR BANYUWANGI – Final lomba Dai Cilik Polresta Banyuwangi berlangsung semarak di Rupatama Wira Pratama, Polresta Banyuwangi, Selasa (11/3).
Ajang lomba yang diinisiasi Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi ini dihadiri puluhan suporter dari para finalis.
Untuk menentukan juara kategori SD/MI dan SMP/MTs, sepuluh finalis diberi kesempatan tampil di hadapan lima dewan juri.
Masing-masing peserta diberi waktu 10 menit untuk berceramah. Sesuai persyaratan, para peserta boleh mengangkat tema wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, antiradikalisme, anti-bullying (perundungan), dan bahaya minuman keras (miras).
Tim juri terdiri Ustad Fauzan Anshori dari kantor Kementerian Kemenag (Kemenag) Banyuwangi, Ustad Ahmad Ridwan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, serta perwakilan Radar Banyuwangi sekaligus penerima Sunrise of Java (SoJ) Awards 2025 kategori Inspirator Guru Berwawasan Agama & Budaya, yakni Ustad Abdul Halim.
Anggota dewan juri yang lain yakni Ustad Brigadir Muhtar Syafaat dan Dai Kamtibmas Kiai Iskandar Zulkarnain.
Penampilan sepuluh finalis dibuka oleh Kapolresta Kombespol Rama Samtama Putra yang disiarkan langsung (live streaming) lewat Radar Banyuwangi TV.
Rama menyebut, 10 finalis tersebut merupakan peserta terbaik dari yang baik. Sebab, dari 443 peserta, 10 peserta inilah yang menjadi pilihan terbaik.
”Saya ucapkan selamat kepada para peserta, karena kalian merupakan peserta pilihan yang paling terbaik dari peserta lainnya. Sehingga, kita harapkan semua bisa mendapatkan apresiasi dari perjuangan yang telah mereka lakukan,” kata Kapolresta Rama Samtama.
Ajang ini merupakan bentuk perhatian Polresta Banyuwangi bersama Radar Banyuwangi kepada para generasi muda. Ajang ini bertujuan untuk mencetak anak-anak yang berakhlak mulia.
”Kami tidak berhenti di sini. Nantinya ketika ada ajang lomba dai cilik tingkat Polda Jatim atau provinsi, sepuluh finalis ini bisa menjadi duta Polresta Banyuwangi sesuai temanya,” terang Rama.
Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Lengkap Arab dan Latin untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, dan Orang yang Diwakilkan
Rama berharap, perjuangan para peserta tidak berhenti hanya sampai lomba selesai. Mereka diharapkan bisa terus menyebarkan dakwah kebaikan kepada semuanya. Minimal kepada teman sebayanya.
”Jangan berhenti, sebarkan kebaikan kepada semuanya,” ucap Rama sembari membuka ajang final tersebut.
Dalam ajang final, 10 peserta unjuk kebolehan membawakan penampilan terbaiknya di hadapan para dewan juri dan jajaran pejabat utama Polresta Banyuwangi.
Tampak hadir Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh dan Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi.
Satu per satu peserta tampil sesuai nomor urut dan kategori SD/MI hingga SMP/MTs. Usai penampilan, dewan juri memberikan komentar dan masukan tampilan peserta.
”Semua peserta tampil luar biasa. Semuanya bagus-bagus, dewan juri sampai bingung menentukan juaranya,” kata perwakilan juri, Kiai Iskandar Zulkarnain.
Pukul 12.00 penampilan peserta berakhir. Setelah berdiskusi, dewan juri langsung mengumumkan para pemenang.
Ada juara 1, 2, 3 serta harapan 1 dan 2 untuk setiap kategori. Sedangkan satu pemenang untuk kategori juara favorit ditetapkan lewat like terbanyak dari netizen.
Para pemenang berhak mendapatkan sertifikat, piala, dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi. Tidak hanya itu, para peserta juga disematkan sebagai duta sesuai tema yang dibawakan.
Ada duta wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, antiradikalisme, anti-bullying (perundungan), dan bahaya minuman keras (miras).
Yang menggembirakan, sepuluh finalis dai cilik tersebut akan diajak tim Radar Banyuwangi untuk road show ke sekolah-sekolah mengikuti Pondok Ramadan mulai hari ini (12/3) secara bergiliran.
Sehingga, ilmu yang dimiliki dapat disalurkan kepada para pelajar lainnya.
”Para pemenang akan kami ajak road show ke sekolah-sekolah. Mereka akan berceramah sesuai tema yang diangkat. Selain itu, mereka juga menjadi duta Polresta Banyuwangi untuk berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan,” ujar Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin