RadarBanyuwangi.id – Upaya pemberdayaan kalangan difabel dilakukan lintas elemen di Banyuwangi. Tidak hanya pemerintah, kalangan penyandang disabilitas pun turut berkontribusi upaya pembedayaan tersebut.
Hal itu terungkap saat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab). Kegiatan tesebut digelar di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB), Minggu (16/7).
Sub Koordinator Pemberdayaan Sosial Dinsos PPKB Ifan Fanani mengaku bersyukur kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Dikatakan, sejauh ini seluruh disabilitas di Bumi Blambangan memang menjadi bagian dari penanganan dari Dinsos PPKB.
Namun, karena kurang aktifnya pengurus cabang yang ada di wilayah setempat, koordinasi tidak berjalan baik.
Ifan menuturkan, selama ini pihaknya aktif mengirimkan usul nama penyandang disabilitas ke pusat untuk mendapat bantuan hingga program pelatihan.
“Dengan adanya Muscab Pertuni ini kami berharap pengurus aktif bisa membantu untuk terselenggaranya segala jenis kegiatan bagi disabilitas yang ada,” ujarnya.
Fanani menjelaskan, setelah kepengurusan Pertuni tersusun dengan baik diharapkan nanti seluruh penyandang disabilitas yang ada di Banyuwangi dapat segera terdata dan tersusun sesuai klasifikasi yang ada.
Dia menuturkan bahwa yang terbaru penyandang disabilitas di kampung inklusi telah mendapat pelatihan menjahit dan obras selama empat hari.
Menurut Fanani, berdasar data terbaru jumlah penyandang disabilitas yang ada di Banyuwangi telah mengalami pengerucutan menjadi total 5.002 orang. “Namun sayangnya memang jumlah tersebut tidak ada rincian jenis apa saja disabilitasnya,” kata dia.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pertuni Jatim Setiawan Gema Budi mengungkapkan, Pertuni merupakan organisasi kemasyarakatan yang ada di setiap wilayah. Kepengurusannya berjenjang dari kabupaten atau kota hingga tingkat nasional, dan berjejaring hingga internasional di bawah naungan World Blind Union.
”Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh disabilitas dapat melebarkan sayapnya. Saat ini peluang yang diberikan oleh pemerintah, baik dari segi pendidikan atau pekerjaan sudah cukup terpenuhi. Namun, tentunya kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga perlu disiapkan dengan matang,” tuturnya.
Gema menambahkan, setelah kepengurusan Pertuni di Banyuwangi ini aktif, pihaknya berharap data yang masuk dari Banyuwangi dapat tersusun dan dipisahkan sesuai rinciannya. Sehingga segala jenis bantuan dan program pelatihan dapat diterima oleh peserta tepat sasaran.
“Selama ini data yang ada belum ada secara terperinci. Oleh karena itu, perlahan kami perbaiki sehingga pengembangan SDM disabilitas di Banyuwangi dapat berjalan baik dan menghasilkan komunikasi yang lancar,” tandasnya. (tar/sgt)
Editor : Ali Sodiqin