Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Pengantin di Tengah Pandemi

Ali Sodiqin • Kamis, 3 Juni 2021 | 16:08 WIB
pemkab-banyuwangi-gelar-festival-pengantin-di-tengah-pandemi
pemkab-banyuwangi-gelar-festival-pengantin-di-tengah-pandemi

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Pengantin Nusantara kemarin (3/6). Pelaksanaan festival diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.


Para perias mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. Seluruh peralatan yang akan digunakan untuk merias lebih dulu disterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Usai dirias maupun saat menampilkan hasil riasan, peserta juga mengenakan faceshield.


Festival pengantin yang diselenggarakan di pelinggihan belakang Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi ini diikuti 18 peserta yang semuanya dari Himpunan Ahli Rias Pengantin (Harpi) Banyuwangi. ”Tema Festival Pengantin Nusantara kali ini adalah mupus braen,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda kepada RadarBanyuwangi.id.


Menurut Bramuda, Festival Pengantin Nusantara digelar untuk memperkuat brand Banyuwangi sebagai Kota Festival yang mengangkat budaya lokal. ”Melalui festival diharapkan dapat menumbuhkan sekaligus mengembangkan model tata rias pengantin yang baru. Jika dulu tata rias hanya pengantin ageng Solo, sekarang Banyuwangi sudah punya brand rias pengantin sendiri dan ini harus terus ditumbuhkembangkan,” kata Bramuda.


Dengan digelarnya Festival Pengantin Nusantara, lanjut Bramuda, akan muncul model baru tata rias pengantin khas lokal Banyuwangi yang akan memperkaya khazanah tata rias pengantin secara nasional. ”Kita akan lestarikan tata rias pengantin asli daerah Banyuwangi,” terangnya.


Festival Pengantin Nusantara juga menjadi ajang silaturahmi dan saling bertukar informasi antar-sesama perias, terutama mereka yang tergabung dalam Harpi di Banyuwangi. Untuk penilaian rias meliputi make up, sanggul dan congkrongan, busana dan aksesori, serta performance. Adapun juri yang melakukan penilaian adalah Lismiani dari Harpi, Subari Sofyan, dan Ayu Fuji. ”Pemenang dalam festival ini juga akan diberikan penghargaan,” tandas Bramuda. (ddy/aif/c1)



Editor : Ali Sodiqin