IHSG Rawan Koreksi, Rupiah Dekati Rp17.800, Bagaimana Arah Emas Hari Ini?

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 06:40 WIB
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Pasar keuangan domestik memasuki Senin (21/9) setelah The Fed menaikkan suku bunga, sementara investor juga menantikan keputusan Bank Indonesia pada 23 September 2026. (ChatGPT)
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Pasar keuangan domestik memasuki Senin (21/9) setelah The Fed menaikkan suku bunga, sementara investor juga menantikan keputusan Bank Indonesia pada 23 September 2026. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI – Pasar keuangan Indonesia memasuki perdagangan Senin (21/9) dengan tiga cerita berbeda. IHSG masih rawan melanjutkan koreksi, rupiah bergerak di bawah tekanan menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, sedangkan emas mencoba mempertahankan rebound setelah kenaikan tajam pada akhir pekan.

Sentimen utamanya tetap berasal dari Amerika Serikat.

Federal Reserve pada 16 September menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen. Bank sentral AS menegaskan inflasi masih berada pada level tinggi.

Tekanan tidak berhenti pada kenaikan tersebut. Proyeksi terbaru FOMC menunjukkan median suku bunga akhir 2026 sebesar 4,1 persen, naik dari proyeksi Juni sebesar 3,8 persen.

Dengan kata lain, pasar masih harus memperhitungkan kemungkinan suku bunga AS bertahan tinggi atau kembali naik.

IHSG Rawan Uji 6.290–6.370

IHSG mengakhiri Jumat (18/9) di 6.441,159, turun 0,33 persen.

Dalam sepekan, indeks terkoreksi 1,53 persen dari 6.541,377. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga turun 1,58 persen menjadi Rp11.266 triliun.

MNC Sekuritas menilai tekanan belum sepenuhnya berakhir.

“IHSG masih rawan menguji kembali 6.290–6.370,” tulis tim riset MNC Sekuritas.

Namun, selama indeks bertahan di atas 6.370, peluang pemulihan menuju 6.541–6.581 masih terbuka. Support berada pada 6.279 dan 6.201, sementara resistance berada di 6.585 dan 6.633.

Dengan kondisi itu, skenario Senin lebih tepat dibaca sebagai volatil dengan risiko koreksi, bukan kepastian bahwa IHSG akan turun.

Sentimen domestik bisa memberikan penahan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Jumat menegaskan pemerintah mempertahankan proyeksi defisit APBN 2026 sebesar 2,85 persen terhadap PDB dan tetap berkomitmen pada batas maksimal 3 persen.

“APBN harus tetap kredibel,” kata Suahasil.

Pernyataan tersebut penting ketika investor sedang mencermati kesinambungan kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan.

Rupiah Menunggu RDG BI

Tekanan juga masih terlihat pada rupiah.

Kurs spot ditutup Rp17.758 per dolar AS pada Jumat, melemah lima poin atau 0,03 persen dan memperpanjang pelemahan menjadi tujuh hari perdagangan berturut-turut.

Sementara itu, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.745 per dolar AS, membaik tipis dari Rp17.753 sehari sebelumnya. Seminggu sebelumnya, JISDOR masih berada di Rp17.611.

BI-Rate saat ini berada di 5,75 persen setelah dipertahankan dalam RDG Agustus.

Pasar kini menanti RDG berikutnya pada Selasa–Rabu, 22–23 September. Jadwal tersebut telah dikonfirmasi Bank Indonesia.

Lukman Leong memperkirakan rupiah pada Senin berkonsolidasi di kisaran Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS. Ibrahim Assuaibi memperkirakan kisaran Rp17.750–Rp17.800 dengan kecenderungan melemah.

Dengan demikian, Rp17.800 menjadi level psikologis yang layak dicermati. Namun, pergerakannya akan sangat dipengaruhi dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta ekspektasi terhadap keputusan BI.

Emas Menguji Rebound

Emas justru mengakhiri pekan dengan penguatan.

Reuters mencatat emas spot naik 1,2 persen menjadi US$4.390,11 per troy ounce pada Jumat sore waktu AS. Kontrak emas AS ditutup naik 0,6 persen ke US$4.424,90.

Penguatan terjadi setelah harga minyak mereda sehingga kekhawatiran inflasi berkurang dan sebagian posisi jual emas ditutup.

Namun, dolar AS berada di level tertinggi lebih dari tujuh pekan dan yield Treasury AS 10 tahun sempat menembus 5 persen. Lingkungan suku bunga tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan yield.

Secara teknikal, Dupoin Futures menempatkan resistance di US$4.357–US$4.403 dan support berikutnya di US$4.282.

Karena harga Jumat sudah berada di dalam zona resistance tersebut, perhatian Senin tertuju pada US$4.403.

Jika mampu menembus dan bertahan di atasnya, momentum rebound memperoleh konfirmasi lebih kuat. Sebaliknya, kembali turun di bawah US$4.357 membuka ruang koreksi lebih dalam.

Emas Antam Masih Rp2,638 Juta

Harga resmi terbaru emas Antam yang tersedia menjelang pembukaan pasar Senin masih merupakan harga Minggu (20/9).

Logam Mulia mencatat emas satu gram Rp2.638.000. Harga buyback berada di Rp2.473.000 per gram.

Harga tersebut belum dapat disebut sebagai harga Senin karena Logam Mulia menjadwalkan pembaruan harian sekitar pukul 08.30 WIB.

Arah Antam akan dipengaruhi kombinasi emas internasional dan nilai tukar rupiah. Rupiah yang lemah dapat menahan penurunan harga emas dalam denominasi rupiah meskipun emas global terkoreksi.

Dengan demikian, pembukaan perdagangan Senin masih didominasi sikap berhati-hati.

IHSG memiliki risiko menguji zona 6.290–6.370, rupiah diproyeksikan bergerak sekitar Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS, sedangkan emas sedang menguji apakah rebound Jumat cukup kuat untuk menembus area US$4.403.

Ketiga pasar tersebut juga memiliki satu faktor bersama, yakni arah suku bunga. Setelah The Fed menaikkan bunga, perhatian domestik kini beralih ke keputusan Bank Indonesia pada 23 September.


DISCLAIMER: Proyeksi pasar bersifat probabilistik dan dapat berubah setelah perdagangan berlangsung. Informasi dalam artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual instrumen investasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Rupiah hari ini IHSG hari ini harga emas hari ini Bank Indonesia the fed