RADAR BANYUWANGI - Pasar keuangan Indonesia bergerak positif pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit 1,01 persen, rupiah bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat, sementara harga emas Antam justru mengalami penurunan.
IHSG ditutup di level 6.686,44 atau naik 66,77 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut menjadi pemulihan setelah IHSG pada Senin, 7 September 2026, terkoreksi 0,25 persen ke posisi 6.619,67.
Pergerakan positif sudah terlihat sejak pembukaan. IHSG dibuka pada 6.639,51 dan sepanjang perdagangan bertahan di zona hijau. Indeks sempat mencapai level tertinggi harian 6.696,28, sedangkan posisi terendah berada di 6.636,94.
Angka penting pasar keuangan 8 September 2026
- IHSG: 6.686,44, naik 1,01 persen
- Nilai transaksi saham: Rp15,67 triliun
- Volume perdagangan: 37,47 miliar saham
- Rupiah: Rp17.619 per dolar AS saat penutupan
- Emas Antam 1 gram: Rp2.627.000
- Cadangan devisa: USD 146,5 miliar
Data perdagangan menunjukkan tekanan beli cukup luas. Sebanyak 363 saham menguat, sementara 244 saham melemah dan 185 saham bergerak stagnan.
Mengapa IHSG menguat?
Salah satu sentimen yang ikut menopang pasar adalah meningkatnya cadangan devisa Indonesia. Posisi cadangan devisa pada Agustus 2026 mencapai USD 146,5 miliar, naik USD 1,2 miliar dibandingkan posisi akhir Juli sebesar USD 145,3 miliar.
Bantalan devisa tersebut memberikan ruang yang lebih kuat bagi perekonomian dalam menghadapi tekanan eksternal. Rasio kecukupan cadangan devisa tercatat setara 5,4 bulan impor dan 5,3 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri.
Sentimen positif juga datang dari kembali normalnya operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah sebelumnya mengalami penutupan sementara akibat gangguan abu vulkanik. Normalisasi tersebut dinilai mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan penerbangan dan aktivitas logistik nasional.
Dari sisi sektoral, delapan dari 11 sektor saham berakhir di zona hijau. Industri dasar menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi, yakni 2 persen. Setelahnya terdapat sektor konsumen non-primer yang naik 1,39 persen dan sektor industri sebesar 1,22 persen. Sektor energi juga menguat 1,23 persen.
Rupiah masih bergerak dalam rentang terbatas
Di pasar valuta asing, rupiah menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Mata uang Indonesia dibuka pada Rp17.641 per dolar AS dan ditutup pada Rp17.619.
Dengan pergerakan tersebut, rupiah masih berada dalam kisaran konsolidasi Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS. Posisi cadangan devisa yang meningkat memberikan fleksibilitas bagi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan.
Namun, ruang penguatan rupiah masih menghadapi tantangan dari perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Pelaku pasar mencermati data ketenagakerjaan dan inflasi AS karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Harga emas Antam turun Rp10.000
Berbeda dengan saham, harga emas Antam mengalami koreksi. Harga dasar emas batangan ukuran 1 gram turun Rp10.000 menjadi Rp2.627.000 per gram dari sebelumnya Rp2.637.000.
Harga buyback juga turun Rp10.000 menjadi Rp2.480.000 per gram. Dengan demikian, terdapat selisih Rp147.000 antara harga dasar pembelian dan harga buyback untuk emas 1 gram.
Koreksi tersebut sejalan dengan pergerakan harga emas di pasar internasional. Harga emas spot dunia turun 0,19 persen menjadi USD 4.424 per troy ons. Pelemahan tersebut dalam bahan analisis dikaitkan dengan aksi ambil untung pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat serta penguatan terbatas indeks dolar AS.
Perbedaan arah antara saham dan emas pada perdagangan kali ini menunjukkan bahwa setiap instrumen memiliki respons berbeda terhadap sentimen ekonomi. Perubahan harian tersebut juga perlu dilihat bersama faktor makroekonomi dan kondisi pasar global, bukan secara terpisah.
Apa yang perlu dicermati selanjutnya?
Prospek pasar saham masih bergantung pada kemampuan sentimen positif domestik bertahan di tengah ketidakpastian global. IHSG berpeluang menguji area 6.700 hingga 6.720 setelah berhasil kembali menguat di atas level sebelumnya.
Di sisi lain, stabilitas rupiah akan tetap menjadi perhatian seiring perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Sementara itu, emas masih menghadapi dinamika harga global dan perubahan ekspektasi suku bunga.
Perdagangan 8 September 2026 dengan demikian memberikan gambaran pasar yang cukup beragam. IHSG menguat tajam, rupiah relatif stabil, dan emas Antam terkoreksi. Ketiga pergerakan tersebut dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana aset domestik merespons perubahan sentimen ekonomi pada saat yang sama.
Editor : Lugas Rumpakaadi