RADAR BANYUWANGI - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Banyuwangi kembali bergerak pada Rabu (26/8).
Berdasarkan data harga rata-rata di tingkat konsumen yang dihimpun dari Pasar Genteng I, Pasar Banyuwangi, Pasar Blambangan, dan Pasar Jajag, kenaikan paling terlihat terjadi pada cabai rawit merah, sementara beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan.
Per pukul 09.38 WIB, harga cabai rawit merah di Banyuwangi tercatat Rp53.500 per kilogram.
Angka tersebut naik Rp700 atau 1,33 persen dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp52.800 per kilogram.
Kenaikan cabai rawit merah menjadi salah satu perhatian karena komoditas ini termasuk bahan pangan yang pergerakannya cepat terasa di tingkat konsumen.
Di sisi lain, harga cabai merah besar justru turun cukup tajam, dari Rp25.400 menjadi Rp21.500 per kilogram.
Penurunan tersebut mencapai Rp3.900 atau 15,35 persen.
Harga cabai merah keriting relatif stabil di Rp30.000 per kilogram.
Dengan demikian, pergerakan harga cabai di pasar Banyuwangi pada hari yang sama menunjukkan arah yang berbeda antarjenis komoditas.
Untuk kelompok beras, harga beras premium turun tipis dari Rp14.880 menjadi Rp14.875 per kilogram.
Beras medium juga turun Rp50 menjadi Rp12.250 per kilogram.
Perubahan ini menunjukkan pelemahan harga yang masih relatif kecil, tetapi menjadi kabar positif bagi konsumen.
Harga gula kristal putih ikut turun Rp75 atau 0,44 persen, dari Rp17.200 menjadi Rp17.125 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng menunjukkan pergerakan yang beragam.
Minyak goreng curah naik Rp50 menjadi Rp21.250 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium turun Rp200 menjadi Rp23.000 per liter.
Penurunan lebih besar terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana.
Harganya turun Rp600 atau 3,06 persen menjadi Rp19.000 per liter.
Adapun Minyakita tetap bertahan pada Rp15.700 per liter.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tidak berubah, yakni Rp40.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras justru turun Rp100 menjadi Rp24.500 per kilogram.
Daging sapi paha belakang juga mengalami penurunan Rp1.000 atau 0,68 persen, dari Rp146.000 menjadi Rp145.000 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga sejumlah komoditas di Banyuwangi berada di bawah rata-rata nasional.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah secara nasional mencapai Rp64.100 per kilogram, telur ayam ras Rp28.800 per kilogram, bawang merah Rp37.500 per kilogram, dan bawang putih Rp39.850 per kilogram.
Di Banyuwangi, harga komoditas yang sama tercatat masing-masing Rp53.500, Rp24.500, Rp26.500, dan Rp28.500 per kilogram.
Selisih tersebut menunjukkan kondisi harga di pasar lokal Banyuwangi tidak selalu mengikuti tingkat harga rata-rata nasional secara langsung.
Komoditas lain juga bergerak cukup dinamis.
Harga jagung pipilan kering naik Rp250 atau 2,78 persen menjadi Rp9.250 per kilogram.
Kedelai impor naik Rp400 menjadi Rp14.000 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik Rp300 menjadi Rp12.500 per kilogram.
Untuk sayuran, harga kentang turun Rp850 atau 5,12 persen menjadi Rp15.750 per kilogram.
Wortel turun Rp1.200 atau 7,89 persen menjadi Rp14.000 per kilogram, sedangkan buncis turun Rp950 atau 7,79 persen menjadi Rp11.250 per kilogram.
Tomat merah juga turun Rp150 menjadi Rp6.250 per kilogram.
Sebaliknya, beberapa komoditas ikan segar mengalami kenaikan.
Harga ikan bandeng naik Rp2.350 menjadi Rp36.750 per kilogram, ikan kembung naik Rp1.000 menjadi Rp45.000, serta ikan tongkol naik Rp2.100 menjadi Rp35.500 per kilogram.
Harga ikan cakalang justru turun Rp2.500 menjadi Rp37.500 per kilogram.
Data tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan harga pangan di Banyuwangi pada 26 Agustus 2026 cukup beragam.
Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang perlu dicermati karena harganya bergerak naik, sementara beras, gula, telur, daging sapi, sejumlah sayuran, dan beberapa jenis minyak goreng mengalami penurunan.
Bagi masyarakat Banyuwangi, perubahan harga ini dapat menjadi acuan dalam mengatur belanja harian.
Bagi pemerintah daerah dan pelaku pasar, pergerakan harga cabai, bahan pangan pokok, serta komoditas yang mengalami kenaikan cukup tajam tetap perlu dipantau agar gejolak harga dapat diantisipasi lebih awal.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara, siskaperbapo.jatimprov.go.id