Proyeksi IHSG Kuartal III 2026: Potensi Menguat Terbatas di Tengah Inflow yang Belum Signifikan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Pergerakan IHSG menjadi perhatian investor di tengah peluang penguatan pada kuartal III 2026. (Gemini AI)
Pergerakan IHSG menjadi perhatian investor di tengah peluang penguatan pada kuartal III 2026. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan memiliki peluang bergerak ke kisaran 6.500–7.000 pada kuartal III 2026.

Proyeksi tersebut disampaikan Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.

Menurut Rully, peluang penguatan IHSG tetap terbuka, tetapi pergerakannya diperkirakan belum akan sekuat periode ketika indeks mampu mencapai level 9.000.

Salah satu faktor utama yang akan menentukan arah pasar adalah masuknya dana dari investor asing atau inflow.

Rully menilai arus dana asing hingga saat ini belum memperlihatkan peningkatan yang cukup kuat untuk menjadi katalis utama bagi IHSG.

Kondisi tersebut juga perlu dicermati karena pasar masih menghadapi berbagai sentimen yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Kisarannya, optimisnya ya mungkin antara 6.500–7.000,” ujar Rully.

Ia menjelaskan, peningkatan inflow menjadi salah satu elemen penting untuk menopang kenaikan IHSG.

Namun, arus dana asing saat ini dinilai belum cukup signifikan, termasuk dalam konteks perhatian pelaku pasar terhadap indeks MSCI dan FTSE.

“Saya rasa inflow-nya belum cukup, apalagi dengan MSCI, FTSE. Inflow-nya belum terlalu signifikan,” kata Rully.

Dengan kondisi tersebut, penguatan IHSG pada kuartal III 2026 diperkirakan berlangsung secara terbatas.

Artinya, kenaikan indeks masih mungkin terjadi, tetapi belum terdapat sinyal kuat bahwa pasar akan segera mengulangi performa ketika IHSG pernah bergerak hingga kisaran 9.000.

Selain faktor aliran dana, stabilitas situasi domestik juga akan memengaruhi sentimen investor.

Rully menilai gejolak sosial dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan volatilitas pasar, terutama apabila berkembang menjadi kericuhan.

“Kami harapkan sih semua situasi stabil, ya. Kalau misalkan demo, selama tidak anarkis, tidak ricuh sih aman, ya. Insyaallah,” kata Rully.

Di tengah proyeksi tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa menunjukkan kecenderungan positif.

IHSG dibuka naik 46,94 poin atau 0,73 persen ke level 6.448,83.

Pada saat yang sama, indeks LQ45 menguat 2,83 poin atau 0,45 persen menjadi 635,11.

Penguatan tersebut melanjutkan tren positif pada perdagangan sebelumnya.

Pada Jumat, 14 Agustus 2026, IHSG tercatat naik 1,59 persen.

Kenaikan itu antara lain dipengaruhi sentimen dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026.

Dalam pidatonya, pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027.

Target tersebut berada di atas sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang tercantum dalam APBN 2026.

Pemerintah juga menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2.322 triliun pada 2027.

Nilai itu lebih tinggi dibandingkan target investasi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp2.041,3 triliun.

Target pertumbuhan ekonomi dan investasi tersebut dapat menjadi salah satu sumber sentimen positif bagi pasar saham apabila implementasinya mampu memperkuat prospek perekonomian dan kinerja korporasi.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika arus modal asing serta perkembangan sentimen global dan domestik.

Dengan posisi IHSG yang masih berada di bawah level 6.500 saat pembukaan perdagangan Selasa (18/8), target 6.500–7.000 pada kuartal III 2026 menunjukkan adanya ruang kenaikan. 

Namun, proyeksi tersebut tetap menghadapi risiko volatilitas karena arah pasar sangat bergantung pada kekuatan inflow dan stabilitas sentimen.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
IHSG 2026 Investasi Saham Pasar Modal Indonesia inflow investor asing bursa efek indonesia