KAI Angkut 1,35 Juta Ton Semen dan Klinker hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:48 WIB
Kereta api barang mengangkut komoditas semen dan klinker sebagai bagian dari rantai pasok industri. Hingga Juli 2026, volume angkutan semen dan klinker yang dilayani KAI mencapai 1,35 juta ton. (Antara)
Kereta api barang mengangkut komoditas semen dan klinker sebagai bagian dari rantai pasok industri. Hingga Juli 2026, volume angkutan semen dan klinker yang dilayani KAI mencapai 1,35 juta ton. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperluas peran angkutan barang berbasis rel dalam menopang kebutuhan logistik industri nasional. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI mencatat angkutan semen dan klinker mencapai 1.357.524 ton.

Volume tersebut menyumbang sekitar 19,4 persen dari total angkutan barang non-batu bara KAI yang mencapai 6.987.150 ton pada periode yang sama. Dari layanan angkutan semen dan klinker itu, KAI membukukan pendapatan sebesar Rp82,51 miliar.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, semen dan klinker menjadi komoditas penting dalam rantai pasok pembangunan. Distribusi kedua material tersebut berkaitan dengan kebutuhan konstruksi, pembangunan kawasan, hingga berbagai aktivitas ekonomi.

Menurut dia, kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut komoditas dalam volume besar dengan jadwal yang terukur. Kondisi tersebut dinilai membantu pelaku industri menjaga kesinambungan distribusi dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan maupun titik distribusi.

“Semen dan klinker merupakan bagian penting dari rantai pasok pembangunan. Melalui kereta api, volume besar dapat dikirim secara terjadwal dan terintegrasi sehingga arus logistik industri dapat berlangsung lebih efisien serta memberikan kepastian bagi pelanggan,” ujar Anne, Rabu (12/8), dikutip Antara.

Salah satu perusahaan yang memanfaatkan layanan tersebut ialah PT Semen Baturaja. Hingga Juli 2026, volume angkutan yang dilayani KAI untuk perusahaan tersebut mencapai 153.734 ton.

Pabrik utama Semen Baturaja berada di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Dalam skema distribusinya, klinker dari Baturaja di antaranya dikirim menggunakan kereta api menuju fasilitas Cement Mill di Palembang.

Sementara itu, semen curah juga didistribusikan menggunakan gerbong kereta kapsul. Pemanfaatan moda rel tersebut menjadi bagian dari jaringan distribusi Semen Baturaja yang menghubungkan Baturaja dengan sejumlah titik di Sumatra Selatan dan Lampung.

Dukungan serupa juga diberikan KAI terhadap rantai pasok PT Semen Padang di Sumatra Barat. Selama Januari hingga Juli 2026, realisasi angkutan klinker Semen Padang mencapai 200.950 ton.

Layanan angkutan semen dan klinker tersebut beroperasi pada relasi Indarung–Bukit Putus. Jalur ini terhubung dengan aktivitas distribusi menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Keberadaan jalur tersebut menjadi penting karena menghubungkan kawasan industri Indarung dengan akses pelabuhan. Distribusi produk Semen Padang pun dapat diteruskan menuju pasar domestik maupun jaringan distribusi ekspor.

Bagi sistem logistik nasional, pengangkutan komoditas dalam volume besar menggunakan kereta api menawarkan sejumlah keuntungan. Satu rangkaian kereta dapat membawa muatan dalam jumlah besar dalam satu perjalanan. Pola tersebut membantu menekan kebutuhan pergerakan kendaraan berat di jalan raya sekaligus menjaga kesinambungan arus barang.

Pemanfaatan angkutan rel juga membuka peluang terbentuknya sistem distribusi yang lebih efisien dan rendah emisi. Pada lintas Indarung, misalnya, kereta barang berfungsi sebagai penghubung langsung kawasan produksi dengan fasilitas distribusi yang terkoneksi ke pelabuhan.

KAI memandang integrasi kawasan industri, jaringan rel, pusat distribusi, dan pelabuhan menjadi salah satu kunci pengembangan bisnis logistik. Hingga 31 Juli 2026, angkutan barang non-batu bara KAI tercatat 6,99 juta ton atau mencapai 102,3 persen dari program kumulatif sebesar 6,83 juta ton.

Capaian tersebut menunjukkan permintaan terhadap layanan logistik berbasis rel masih terbuka, terutama untuk komoditas dengan karakteristik muatan besar dan kebutuhan distribusi yang berlangsung secara konsisten.

“KAI akan terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri agar jaringan rel semakin produktif bagi perekonomian. Ketika kawasan produksi dapat terhubung secara efisien dengan pusat distribusi dan pelabuhan, manfaatnya menjangkau lebih luas: rantai pasok menjadi lebih kuat, jalan raya lebih optimal, dan produk nasional semakin kompetitif,” kata Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Angkutan Semen Logistik Kereta Api angkutan klinker rantai pasok industri KAI