Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Praktis dan Cepat, Pembayaran Digital Ubah Kebiasaan Belanja Masyarakat

Desila Aini Hidayah • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:46 WIB
Penggunaan pembayaran digital melalui nontunai dan transfer semakin mendominasi transaksi harian. (Pexels/iMin Technology)
Penggunaan pembayaran digital melalui nontunai dan transfer semakin mendominasi transaksi harian. (Pexels/iMin Technology)

RADARBANYUWANGI.ID - Kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembayaran saat berbelanja terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya uang tunai menjadi pilihan utama, kini semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan metode pembayaran digital, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) maupun transfer bank.

Fenomena tersebut semakin mudah dijumpai di berbagai tempat. Warung makan, kedai minuman, hingga pedagang kaki lima kini banyak menyediakan layanan pembayaran QRIS untuk memudahkan pelanggan saat bertransaksi. Pembeli cukup memindai kode QR melalui telepon seluler, kemudian pembayaran dapat diselesaikan dalam hitungan detik.

Seorang pemilik kedai minuman, Rita, mengungkapkan mayoritas pelanggannya kini memilih menggunakan QRIS atau transfer dibandingkan membayar dengan uang tunai. Menurutnya, metode pembayaran digital membuat proses transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.

"Kalau sekarang kebanyakan pelanggan langsung scan QRIS. Yang bayar pakai uang tunai masih ada, tapi tidak sebanyak dulu," ujarnya.

Tidak hanya memberikan kemudahan bagi pembeli, penggunaan pembayaran digital juga memberikan manfaat bagi para pelaku usaha. Pedagang tidak lagi direpotkan dengan penyediaan uang kembalian, sementara seluruh transaksi dapat tercatat secara otomatis sehingga memudahkan proses pencatatan dan penghitungan hasil penjualan.

Meski penggunaan pembayaran non tunai semakin meningkat, uang tunai belum sepenuhnya ditinggalkan. Sebagian pelanggan masih memilih membayar secara tunai karena merasa lebih nyaman atau sebagai langkah antisipasi ketika jaringan internet mengalami gangguan maupun tempat usaha belum menyediakan layanan pembayaran digital.

Selain itu, sebagian kalangan, terutama masyarakat lanjut usia, masih lebih terbiasa menggunakan uang tunai dalam aktivitas sehari-hari karena belum sepenuhnya beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.

Seiring semakin luasnya penerapan QRIS dan layanan pembayaran elektronik di berbagai sektor usaha, kebiasaan masyarakat juga terus berubah. Jika dahulu membawa dompet berisi uang tunai menjadi kebutuhan utama saat berbelanja, kini banyak orang cukup mengandalkan telepon seluler untuk menyelesaikan transaksi secara cepat, praktis, dan efisien.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Pembayaran Digital Transaksi Non Tunai qris