RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang pergantian bulan dan potensi penyesuaian tarif per 1 Juni 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat. Kenaikan harga minyak mentah dunia dalam beberapa bulan terakhir terus memberikan tekanan terhadap harga BBM non subsidi yang dijual di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sepanjang Mei 2026, harga BBM mengalami dinamika cukup tajam. Sejumlah badan usaha sempat menaikkan harga pada awal bulan, namun sebagian di antaranya kembali melakukan koreksi beberapa hari kemudian. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya volatilitas pasar energi global yang masih memengaruhi kebijakan harga BBM di dalam negeri.
Di tengah ketidakpastian pasar minyak internasional, masyarakat kini menanti apakah akan terjadi penyesuaian harga baru pada awal Juni 2026 atau justru sejumlah produk akan dipertahankan pada level saat ini.
BBM Non Subsidi Masih Mahal
Kenaikan paling mencolok selama Mei terjadi pada sejumlah produk BBM non subsidi, terutama jenis diesel dan bahan bakar beroktan tinggi.
PT Pertamina (Persero) masih mempertahankan harga produk yang mengalami kenaikan sejak 4 Mei 2026. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Pertamax Turbo yang kini dijual Rp19.900 per liter, naik dari sebelumnya Rp19.400 per liter.
Sementara itu, Dexlite mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600 per liter. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada Pertamina Dex yang kini dipasarkan Rp27.900 per liter dibanding harga sebelumnya Rp23.900 per liter.
Kondisi tersebut membuat biaya operasional kendaraan berbahan bakar diesel semakin meningkat, terutama bagi sektor transportasi dan logistik yang bergantung pada BBM non subsidi.
Meski demikian, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dipatok Rp6.800 per liter.
BP AKR Turunkan Harga Diesel
Di tengah tren kenaikan harga energi, BP AKR justru melakukan penyesuaian berbeda.
Per 8 Mei 2026, perusahaan menurunkan harga BP Ultimate Diesel sebesar Rp1.000 per liter. Produk tersebut kini dijual Rp29.890 per liter dari sebelumnya Rp30.890 per liter.
Langkah tersebut menjadi salah satu koreksi harga yang cukup menarik perhatian karena dilakukan saat mayoritas produk BBM non subsidi masih berada dalam tren kenaikan.
Untuk produk bensin, BP AKR mempertahankan harga BP 92 sebesar Rp12.390 per liter dan BP Ultimate Rp12.930 per liter.
Vivo Pertahankan Harga, Diesel Masih Tinggi
Sementara itu, Vivo Energy Indonesia masih mempertahankan harga yang telah berlaku sejak awal Mei.
Produk yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah Diesel Primus Plus yang kini dibanderol Rp30.890 per liter. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp14.160 per liter.
Tingginya harga BBM diesel premium menunjukkan besarnya pengaruh fluktuasi pasar energi global terhadap produk non subsidi yang mengikuti mekanisme pasar.
Shell Kembali Jual V-Power Diesel
Kabar lain datang dari Shell Indonesia yang kembali memasarkan Shell V-Power Diesel setelah sempat tidak tersedia selama beberapa waktu.
Mulai 11 Mei 2026, produk tersebut kembali dijual dengan harga Rp30.890 per liter.
Kembalinya Shell V-Power Diesel memberikan alternatif bagi konsumen kendaraan diesel premium yang sebelumnya kesulitan mendapatkan produk tersebut.
Namun hingga akhir Mei, beberapa produk Shell lainnya seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tercantum dalam daftar harga resmi yang dipublikasikan.
Daftar Harga BBM per 31 Mei 2026
Pertamina
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Solar Subsidi/Biosolar: Rp6.800 per liter
-
Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
-
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.900 per liter
-
Dexlite: Rp26.000 per liter
-
Pertamina Dex: Rp27.900 per liter
BP AKR
-
BP 92: Rp12.390 per liter
-
BP Ultimate: Rp12.930 per liter
-
BP Ultimate Diesel: Rp29.890 per liter
Vivo
-
Revvo 92: Rp12.390 per liter
-
Revvo 95: -
-
Diesel Primus Plus: Rp30.890 per liter
Shell
-
Shell Super: -
-
Shell V-Power: -
-
Shell V-Power Diesel: Rp30.890 per liter
-
Shell V-Power Nitro+: -
Menanti Harga Baru Juni 2026
Tradisi penyesuaian harga BBM setiap awal bulan membuat masyarakat kini menunggu keputusan terbaru dari masing-masing badan usaha.
Faktor utama yang akan menentukan arah harga tetap berasal dari perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta biaya distribusi dan pengolahan energi.
Jika harga minyak global masih bertahan tinggi, peluang kenaikan BBM non subsidi pada Juni 2026 tetap terbuka. Sebaliknya, apabila tren harga minyak mulai melandai, sejumlah produk berpotensi mengalami koreksi harga seperti yang sempat dilakukan BP AKR pada Mei lalu.
Bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi, perkembangan harga BBM menjadi faktor penting yang memengaruhi biaya mobilitas dan operasional sehari-hari. (*)
Editor : Ali Sodiqin