Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kelola 1.854 Ton Sampah per Tahun, KAI Group Bangun Sistem Waste Management Terintegrasi Berbasis Circular Economy

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:38 WIB
KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir. (Antara)
KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - KAI Group memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui peluncuran program Waste Management Terintegrasi di Hall Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian.

Peluncuran program dihadiri Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI Group I Gede Darmayusa, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Faisal Malik, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, mitra pengelola lingkungan, hingga manajemen KAI Services.

I Gede Darmayusa mengatakan peningkatan mobilitas pelanggan kereta api turut berdampak pada meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di kawasan stasiun dan operasional perkeretaapian.

Baca Juga: Tragedi Bekasi Timur Picu Penguatan Sistem Keselamatan Kereta Api, Pemerintah Minta Semua Pihak Disiplin

“Mobilitas pelanggan kereta api terus meningkat setiap harinya. Di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dikelola bersama, termasuk pengelolaan sampah di area pelayanan publik. Karena itu, KAI Group memandang pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali agar memberikan dampak lingkungan yang lebih baik,” ujar I Gede, dikutip Antara.

Menurut dia, penguatan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi transportasi publik yang semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebagai tahap awal implementasi, Stasiun Gambir dipilih menjadi lokasi pilot project karena merupakan salah satu simpul transportasi utama dengan mobilitas pelanggan yang tinggi. Aktivitas penumpang, tenant, operasional perjalanan kereta api, hingga layanan publik lainnya menghasilkan timbulan sampah yang cukup besar setiap hari.

Baca Juga: Puncak Arus Libur Idul Adha Diprediksi 26 Mei 2026, KAI Daop 1 Jakarta Tambah Kereta Api dan Kapasitas Kursi

Secara keseluruhan, timbulan sampah di lingkungan KAI Group saat ini mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

Melalui program tersebut, KAI Group bersama KAI Services akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis circular economy. Program itu meliputi pembangunan fasilitas TPS3R modern, penguatan waste sorting, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi ramah lingkungan.

Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto menegaskan transformasi pengelolaan sampah menjadi bagian dari penguatan layanan transportasi publik yang semakin memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

“Program Waste Management Terintegrasi ini kami siapkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kami ingin menciptakan lingkungan stasiun yang lebih bersih dan nyaman sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di kawasan transportasi publik,” kata Krisna.

Program tersebut juga didukung pemanfaatan teknologi digital untuk memantau tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih akurat dan transparan. Implementasinya dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Group, KAI Services, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah mitra pengelola lingkungan.

KAI Group menargetkan roadmap pengembangan program berlangsung bertahap sepanjang 2026 hingga 2029 melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di stasiun-stasiun besar dan wilayah operasional strategis lainnya.

Melalui transformasi tersebut, KAI Group berharap pengelolaan sampah di kawasan transportasi publik dapat memberikan dampak lingkungan yang lebih positif, mendukung pengurangan emisi karbon, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Waste Management Terintegrasi #Transportasi Publik Hijau #Pengelolaan Sampah Modern #KAI Group #stasiun gambir