Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Logistik Kereta Api Jawa Timur Melesat di Awal 2026, KAI Daop 8 Surabaya Bukukan Kenaikan Angkutan Barang 10 Persen hingga 713 Ribu Ton

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 25 April 2026 | 10:54 WIB
Kinerja angkutan barang KAI Daop 8 Surabaya melesat 10 persen pada Triwulan I 2026. (KAI)
Kinerja angkutan barang KAI Daop 8 Surabaya melesat 10 persen pada Triwulan I 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Kinerja sektor logistik berbasis rel di Jawa Timur menunjukkan tren menggembirakan pada awal 2026. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya membukukan pertumbuhan signifikan pada angkutan barang selama Triwulan I tahun ini.

Berdasarkan data internal perusahaan, volume angkutan barang sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 713.125 ton. Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 649.263 ton.

Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa moda transportasi kereta api semakin dipercaya sebagai tulang punggung distribusi logistik. Stabilitas waktu tempuh dan efisiensi biaya menjadi daya tarik utama di tengah dinamika rantai pasok yang kian kompleks.

Dominasi pengangkutan masih dipegang oleh komoditas peti kemas dengan volume mencapai 385.088 ton. Selain itu, distribusi bahan bakar minyak (BBM), semen, pupuk, hingga bahan pangan turut memperkuat peran kereta api dalam mendukung konektivitas wilayah strategis di Jawa Timur.

Integrasi jaringan rel dengan pelabuhan serta kawasan industri menjadi faktor kunci kelancaran arus barang. Hal ini memungkinkan distribusi berjalan lebih efisien sekaligus menekan potensi hambatan logistik di jalur darat.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan adaptif.

“Peningkatan kinerja angkutan barang pada Triwulan I 2026 menegaskan bahwa kereta api semakin menjadi solusi utama distribusi logistik yang tidak hanya efisien dan tepat waktu, tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan logistik berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Selain berdampak pada aspek ekonomi, tren ini juga memberi kontribusi positif terhadap lingkungan. Moda kereta api dinilai lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan transportasi darat lainnya, sehingga mampu menekan emisi karbon secara signifikan.

Langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong implementasi transportasi hijau secara nasional. Penguatan logistik berbasis rel dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menekan biaya logistik sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui optimalisasi fasilitas dan integrasi sistem logistik. Kolaborasi dengan pelaku industri juga terus didorong guna memperluas pemanfaatan angkutan barang berbasis rel.

“KAI Daop 8 Surabaya akan terus mengoptimalkan layanan angkutan barang yang terintegrasi, andal, dan berdaya saing. Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan layanan logistik berbasis kereta api sebagai solusi distribusi yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Mahendro.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#angkutan barang #KAI #Daop 8 Surabaya #jawa timur #Kereta Api