Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari 1 Ekor Jadi 100 Kambing, UMKM Lampung Ras Farm Tembus Pasar Berkat KUR BRI Rp31 Triliun

Ali Sodiqin • Jumat, 17 April 2026 | 06:22 WIB
UMKM Ras Farm Lampung berkembang dari 1 jadi 100 kambing berkat KUR BRI. Dorong produksi susu kambing dan serap tenaga kerja lokal. (foto: BRI)
UMKM Ras Farm Lampung berkembang dari 1 jadi 100 kambing berkat KUR BRI. Dorong produksi susu kambing dan serap tenaga kerja lokal. (foto: BRI)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah ketatnya persaingan usaha mikro, kisah Ras Farm Sukoharjo I di Pringsewu, Lampung, justru menunjukkan arah sebaliknya: dari usaha rumahan sederhana, kini berkembang menjadi peternakan kambing perah berskala ratusan ekor berkat dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Namun perjalanan tersebut tidak mulus sejak awal. Di balik pertumbuhan yang kini terlihat stabil, ada fase awal yang penuh keterbatasan modal dan risiko pasar yang tidak pasti. Usaha yang kini dikenal dengan merek RasMilk itu bermula dari satu ekor kambing perah yang baru melahirkan.

Dwi Nurhaeni, pemilik Ras Farm, mengungkapkan bahwa titik awal usahanya lahir dari kebiasaan sederhana yang kemudian berubah menjadi peluang ekonomi.

“Awalnya saya memerah dari satu ekor kambing yang baru melahirkan, lalu saya mulai rutin memerah susunya. Ternyata banyak orang di sekitar yang tertarik dan mulai membeli,” ujarnya.

Dari situ, Dwi mulai melihat adanya celah pasar yang belum tergarap maksimal di wilayahnya. Namun, seperti banyak pelaku UMKM lainnya, tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan keterbatasan modal untuk ekspansi.

Perubahan signifikan mulai terjadi ketika Ras Farm mengakses pembiayaan melalui KUR BRI. Akses permodalan ini menjadi titik balik yang mengubah skala usaha secara bertahap namun konsisten.

Dari yang awalnya hanya 1 ekor kambing, jumlah ternak meningkat menjadi 3 ekor, lalu berkembang pesat hingga mencapai sekitar 100 ekor kambing perah.

“Permintaan terus meningkat, sehingga kami terus menambah kapasitas produksi,” kata Dwi.

Namun pertumbuhan produksi justru menghadirkan persoalan baru. Di tengah peningkatan output susu segar, tantangan utama bergeser ke arah pemasaran dan daya serap pasar yang belum sepenuhnya seimbang.

Situasi ini sempat menciptakan tekanan tersendiri bagi usaha yang sedang bertumbuh. Produksi meningkat, tetapi pasar belum selalu mampu mengikuti laju suplai.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ras Farm melakukan langkah strategis: mengubah susu segar menjadi produk olahan dengan daya simpan lebih panjang. Dari sini lahir inovasi susu kambing bubuk yang membuka peluang distribusi lebih luas.

Tak berhenti di situ, Dwi juga melakukan diversifikasi produk dengan menghadirkan berbagai varian rasa seperti stroberi, melon, jahe, hingga moka. Strategi ini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk di segmen konsumen yang lebih modern.

Di balik ekspansi bisnis tersebut, dampak sosial juga mulai terlihat. Ras Farm tidak hanya tumbuh sebagai unit usaha, tetapi juga menjadi sumber pemberdayaan masyarakat sekitar.

Warga dilibatkan dalam proses produksi, termasuk pelatihan teknis memerah susu kambing. Langkah ini membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat lokal.

Dwi menegaskan bahwa tanpa dukungan pembiayaan dari BRI, ekspansi usaha akan jauh lebih lambat. Skema KUR yang terjangkau dinilai menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan kandang, penambahan populasi ternak, hingga peningkatan kapasitas produksi.

Di level yang lebih luas, kisah Ras Farm menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM bisa naik kelas melalui akses pembiayaan yang tepat dan terarah.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut kisah tersebut sebagai bukti nyata sinergi antara ketekunan pelaku usaha dan dukungan pembiayaan KUR.

“BRI secara konsisten berperan dalam memperkuat sektor UMKM melalui penyaluran KUR. Sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI berkomitmen mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau 17,46 persen dari total alokasi Rp180 triliun. Dana tersebut telah menjangkau lebih dari 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.

Di tengah angka-angka besar itu, kisah Ras Farm menjadi potret mikro dari dampak makro: bahwa satu ekor kambing, bila dikelola dengan akses modal dan inovasi yang tepat, bisa tumbuh menjadi ratusan—dan menghidupi banyak orang di sekitarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#UMKM Ras Farm #peternakan kambing Lampung #susu kambing RasMilk #pembiayaan UMKM #KUR BRI