RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah resmi memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2026, baik untuk BBM subsidi maupun non subsidi. Kebijakan tersebut diambil di tengah lonjakan harga minyak dunia yang terus meningkat pasca memanasnya konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran sejak 28 Februari 2026 lalu.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat bersama PT Pertamina (Persero) dan pemangku kepentingan terkait.
Menurut Bahlil, pemerintah memilih menjaga stabilitas harga energi nasional demi menjaga daya beli masyarakat dan mencegah tekanan inflasi di tengah ketidakpastian global.
“Kami sampaikan terkait penyesuaian harga. Kami sampaikan perintah Pak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, flat pakai harga sekarang,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Keputusan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga BBM menyusul naiknya harga minyak mentah dunia yang terdampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Harga BBM Non Subsidi Masih Dibahas, Namun Belum Naik
Untuk BBM non subsidi, pemerintah juga memastikan belum ada perubahan harga hingga awal April 2026.
Bahlil menegaskan, pihaknya masih melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Pertamina dan operator SPBU swasta terkait kemungkinan penyesuaian harga.
“Untuk BBM non subsidi, kami dengan tim Pertamina maupun SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Artinya belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” tegasnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu-isu kenaikan harga yang belum memiliki dasar resmi.
“Saya minta masyarakat info yang dipegang itu dari pemerintah, selain itu saya mohon kita lebih cerdas mengelola info. Tujuannya agar tetap stabil,” tambahnya.
Pantauan Lapangan: Harga BBM di SPBU Masih Stabil
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Kamis, 2 April 2026, harga BBM di seluruh SPBU dalam negeri masih sama seperti periode Maret 2026.
Padahal, secara umum penyesuaian harga BBM non subsidi biasanya dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulan.
Di SPBU Pertamina wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax masih berada di angka Rp 12.300 per liter.
Harga tersebut tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara untuk jenis lainnya, harga juga masih bertahan stabil, yakni:
-
Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
-
Dexlite: Rp 14.200 per liter
-
Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter
Untuk BBM subsidi, harga juga belum berubah sejak 3 September 2022, yaitu:
-
Pertalite: Rp 10.000 per liter
-
Solar Subsidi: Rp 6.800 per liter
Stabilnya harga ini menjadi sinyal bahwa pemerintah masih berupaya menahan gejolak harga energi domestik meskipun tekanan global terus meningkat.
SPBU Swasta Juga Belum Naik, Shell Masih Kosong
Tidak hanya Pertamina, harga BBM di SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo juga masih sama seperti bulan sebelumnya.
Pantauan di sejumlah titik di Jakarta menunjukkan harga RON 92 di BP-AKR dan Vivo tetap berada di angka Rp 12.390 per liter.
Di kawasan Ciater, misalnya, SPBU BP dan Vivo hanya menjual BBM jenis bensin RON 92.
Rinciannya:
-
BP 92: Rp 12.390 per liter
-
Vivo Revvo 92: Rp 12.390 per liter
Sementara itu, di kawasan Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan, SPBU Vivo dan Shell terpantau tidak menjual BBM karena stok kosong.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SPBU Shell lainnya.
Melalui laman resmi perusahaan, Shell Indonesia menyampaikan bahwa pasokan BBM masih belum tersedia.
“Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” tulis Shell dalam keterangannya.
Daftar Harga BBM Terbaru Semua SPBU per 2 April 2026
Harga BBM Pertamina (DKI Jakarta)
-
Pertalite: Rp 10.000/liter
-
Solar Subsidi: Rp 6.800/liter
-
Pertamax: Rp 12.300/liter
-
Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter
-
Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter
-
Dexlite: Rp 14.200/liter
-
Pertamina Dex: Rp 14.500/liter
Harga BBM Shell
-
Shell Super: Rp 12.390/liter
-
Shell V-Power Diesel: Rp 14.620/liter
(Mayoritas stok di lapangan kosong)
Harga BBM Vivo
-
Revvo 92: Rp 12.390/liter
-
Revvo 95: Rp 12.930/liter
-
Diesel Primus: Rp 14.610/liter
Harga BBM BP-AKR
-
BP 92: Rp 12.390/liter
-
BP Ultimate: Rp 12.930/liter
-
BP Ultimate Diesel: Rp 14.620/liter
Pemerintah Fokus Jaga Inflasi dan Daya Beli
Keputusan pemerintah menahan harga BBM diperkirakan menjadi langkah strategis untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Di tengah tekanan ekonomi global dan potensi kenaikan harga komoditas energi, stabilitas harga BBM menjadi faktor penting dalam menjaga biaya logistik, harga pangan, serta daya beli masyarakat.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya pemerintah menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional agar tidak terganggu oleh gejolak eksternal. (*)
Editor : Ali Sodiqin