BANYUWANGI – Kepedulian terhadap penyandang disabilitas kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional Banyuwangi.
Lembaga tersebut menyalurkan bantuan 50 paket sembako kepada komunitas sahabat tuli yang tersebar di sejumlah kecamatan di Bumi Blambangan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Baznas Banyuwangi, Dwi Yanto, dalam kegiatan Silaturahim Ramadan dan Buka Bersama yang berlangsung di Aula Shelter Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 99, Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Minggu sore (15/3).
Kegiatan dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah tersebut diselenggarakan oleh Rumah Qur'an Sahabat Tuli Irsyadut Tholibien Banyuwangi sebagai bentuk pembinaan keagamaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas tuli.
Bantuan Berawal dari UPZ Muncar
Bantuan sembako ini berawal dari pengajuan yang dilakukan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Muncar.
Selanjutnya, UPZ meneruskan permohonan tersebut kepada Baznas Banyuwangi hingga akhirnya direalisasikan dalam bentuk bantuan nyata.
Langkah ini menjadi bukti sinergi antara UPZ dan Baznas dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok disabilitas yang kerap membutuhkan perhatian lebih.
Buka Bersama Penuh Makna dan Inklusif
Acara silaturahmi Ramadan tersebut tidak hanya diisi dengan buka bersama, tetapi juga dirangkai dengan berbagai kegiatan keagamaan yang inklusif.
Salah satu kegiatan utama adalah latihan membaca Al-Qur’an dengan metode isyarat hijaiyah yang dirancang khusus bagi sahabat tuli.
Selain itu, peserta juga mendapatkan siraman rohani melalui ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Iqbal Attamimi dengan pendampingan juru bahasa isyarat.
Dengan metode tersebut, materi keislaman dapat diterima secara lebih mudah dan setara oleh peserta yang memiliki keterbatasan pendengaran.
Wujud Pembinaan Keagamaan Setara
Ketua Rumah Qur'an Sahabat Tuli Irsyadut Tholibien Banyuwangi, Alfia Nurin Ni'mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan keagamaan yang inklusif.
“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman keagamaan kepada teman-teman tuli melalui ceramah dan pembelajaran Al-Qur’an dengan bahasa isyarat,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, sahabat tuli dapat memahami ajaran Islam secara utuh dan tidak mengalami kesenjangan dalam memperoleh ilmu keagamaan.
Apresiasi Baznas terhadap Semangat Sahabat Tuli
Ketua Baznas Banyuwangi, Dwi Yanto, mengaku terharu sekaligus bangga melihat semangat para sahabat tuli dalam mengikuti kegiatan.
Menurutnya, antusiasme peserta saat belajar Al-Qur’an isyarat hingga menyimak ceramah agama menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menuntut ilmu.
“Semoga bantuan dan dukungan dari Baznas ini bisa menambah semangat sahabat tuli untuk terus belajar agama dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” ujarnya.
Komitmen Baznas untuk Kelompok Rentan
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Baznas Banyuwangi dalam mendukung kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, agar mendapatkan hak yang sama dalam bidang sosial dan keagamaan.
Melalui program zakat, infak, dan sedekah, Baznas terus berupaya menghadirkan bantuan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga mendukung pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ramadan, Momentum Berbagi dan Kepedulian
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial.
Kegiatan buka bersama ini menjadi ruang kebersamaan yang hangat antara Baznas, komunitas, dan sahabat tuli.
Selain berbagi sembako, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin