BRI dan PNM Turunkan Suku Bunga 5 Persen untuk Jutaan Nasabah, Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo dan Target 3 Juta Rumah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 19 Februari 2026 | 03:00 WIB
BRI dan PNM turunkan suku bunga 5 persen bagi jutaan nasabah Mekaar, dukung Asta Cita Presiden Prabowo serta pembiayaan 3 juta rumah rakyat.
BRI dan PNM turunkan suku bunga 5 persen bagi jutaan nasabah Mekaar, dukung Asta Cita Presiden Prabowo serta pembiayaan 3 juta rumah rakyat.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan langkah bersejarah dengan menurunkan suku bunga pembiayaan hingga 5 persen bagi belasan juta nasabah.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan nyata BRI Group terhadap program Asta Cita yang diusung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi rakyat dan penyediaan akses pembiayaan terjangkau.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, BRI, PNM, dan SMF di Kabupaten Sumedang, Jumat (13/2/2026).

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan bahwa pada usia BRI yang telah mencapai 130 tahun, komitmen perusahaan tetap konsisten sejak awal berdiri, yakni memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

“BRI sudah 130 tahun di Indonesia. Komitmen kami tetap sama, dari hari pertama berdiri sampai hari ini, memberi makna untuk rakyat Indonesia. Kami memiliki komitmen tinggi untuk terus mendukung program-program pemerintah,” ujarnya kepada awak media.

Penurunan Bunga Pertama dalam Sejarah PNM Mekaar

Riko mengungkapkan, penurunan suku bunga ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan program PNM Mekaar, tingkat bunga yang sebelumnya tidak pernah berubah akhirnya diturunkan sebesar 5 persen dari biaya bunga sebelumnya.

“Ini kabar istimewa. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan sebesar 5 persen. Kebijakan ini secara langsung menurunkan besaran angsuran nasabah sehingga memberi ruang lebih bagi pelaku usaha mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro di seluruh Indonesia.

BRI Group ingin memastikan mereka memperoleh akses pembiayaan formal yang lebih terjangkau, berkelanjutan, serta mampu menjadi jembatan untuk naik kelas dalam pengembangan usaha.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi upaya perlindungan terhadap masyarakat dari praktik pinjaman informal maupun pinjaman online berbunga tinggi yang berpotensi merugikan masyarakat kecil.

Dukung Target 3 Juta Rumah dan Ekosistem Perumahan Rakyat

Pada kesempatan yang sama, BRI Group juga memperkuat dukungan terhadap target pembangunan 3 juta rumah melalui ekosistem pembiayaan perumahan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai fasilitas kredit modal kerja bersubsidi pemerintah.

Riko menjelaskan bahwa pada 2025 kuota FLPP BRI meningkat signifikan dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100 persen secara tahunan.

Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 3.174 unit rumah, menjadikan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di Indonesia.

“Kami juga berkontribusi pada berbagai program perumahan rakyat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. PNM juga berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.

Apresiasi Pemerintah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi langkah BRI Group yang menurunkan suku bunga bagi jutaan nasabah PNM.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil.

Ara, sapaan akrabnya, menilai kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi nasabah yang sebagian besar merupakan perempuan kepala keluarga yang mengandalkan pembiayaan untuk modal usaha.

“Terima kasih BRI. Presiden tentu sangat senang karena setiap kebijakan harus berbuah baik bagi rakyat. Penurunan suku bunga ini jawaban nyata kebutuhan masyarakat. Dengan bunga lebih ringan, keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan usaha, dan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang,” katanya.

Kisah Nyata Nasabah Mekaar

Sementara itu, salah satu nasabah PNM Mekaar, Tati Mulyani, mengaku merasakan manfaat nyata program pembiayaan sejak 2017.

Berkat modal usaha yang diperoleh, usaha sembako yang dirintisnya kini berkembang pesat dan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

“Dulu warung saya kecil, sekarang alhamdulillah berkembang. Berkat PNM dan BRI, usaha saya lancar dan ekonomi keluarga membaik,” ujarnya haru.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah, yang telah menghadirkan program pembiayaan yang membantu masyarakat kecil berkembang.

Komitmen Berkelanjutan BRI Group

Melalui kebijakan penurunan suku bunga dan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan, BRI Group menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai lembaga keuangan yang berpihak kepada rakyat.

Sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran BRI sebagai bank rakyat yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
bri Asta Cita pembiayaan rumah pnm suku bunga Presiden Prabowo