Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ma.ja Watch Indonesia: Kisah UMKM Binaan BRI, Merajut Waktu, Budaya, dan Keberlanjutan dari Jam Tangan Kayu Karya Anak Bangsa

Ali Sodiqin • Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:23 WIB

Berawal dari kecintaan pada jam tangan dan lingkungan, Ma.ja Watch Indonesia tumbuh jadi brand jam kayu beridentitas budaya lokal.
Berawal dari kecintaan pada jam tangan dan lingkungan, Ma.ja Watch Indonesia tumbuh jadi brand jam kayu beridentitas budaya lokal.

RADARBANYUWANGI.ID - Berangkat dari kecintaan terhadap jam tangan dan kepedulian pada lingkungan, Ma.ja Watch Indonesia tumbuh menjadi salah satu brand jam tangan kayu dengan identitas budaya Indonesia yang kuat.

Di balik brand tersebut, ada sosok Justisia Dewi, wirausaha perempuan yang konsisten memadukan desain modern, kriya tradisional, dan nilai keberlanjutan dalam setiap produknya.

Didirikan pada 2021, Ma.ja Watch lahir dari pandangan Justisia bahwa jam tangan bukan sekadar penunjuk waktu.

Lebih dari itu, jam tangan adalah benda personal yang merepresentasikan karakter, gaya hidup, sekaligus nilai yang diyakini pemakainya.

Dari pemikiran itulah muncul ide menghadirkan jam tangan berbahan kayu dan material ramah lingkungan lainnya, termasuk limbah sumpit, sebagai alternatif produk fesyen yang bermakna dan berkelanjutan.

“Jam tangan bagi saya bukan hanya alat penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch selalu dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” ujar Justisia Dewi, Founder Ma.ja Watch Indonesia.

Menghidupkan Kriya Lokal dalam Desain Modern

Dalam proses produksinya, Ma.ja Watch melibatkan pengrajin lokal dari berbagai daerah, khususnya Tangerang Selatan dan Yogyakarta.

Sementara itu, manajemen dan pengembangan brand dipusatkan di kawasan Cinere.

Saat ini, Ma.ja Watch memiliki lokasi usaha di Ruko Cinere 8, Limo, Depok, serta telah hadir di sejumlah gerai ritel ternama seperti Alun-Alun Indonesia Grand Indonesia dan Metro Margocity Depok.

Setiap koleksi Ma.ja Watch mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal Nusantara.

Inspirasi tersebut dituangkan dalam berbagai seri, mulai dari Srikandi yang terilhami dunia pewayangan, hingga koleksi bertema alam dan daerah seperti Bajo, Arjuna Srikandi, dan Kupu Sayap Renda.

Nilai kesabaran, ketelitian, serta keunikan kriya buatan tangan menjadi ruh yang melekat kuat pada setiap produk.

Tantangan Edukasi Pasar dan Konsistensi Kualitas

Perjalanan Ma.ja Watch tentu tidak lepas dari tantangan. Pada fase awal, edukasi pasar menjadi pekerjaan rumah terbesar.

Jam tangan kayu masih tergolong produk yang belum umum di Indonesia, sehingga membutuhkan pendekatan komunikasi dan storytelling yang kuat agar mudah dipahami dan diterima konsumen.

Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produksi kriya juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagai produk handmade, setiap jam tangan membutuhkan proses detail dan pengawasan mutu yang ketat.

Untuk bertahan dan terus berkembang, Ma.ja Watch fokus pada kualitas produk, penguatan cerita di balik desain, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pengrajin lokal.

Inovasi desain dan pemanfaatan kanal digital pun menjadi strategi utama untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pemahaman konsumen terhadap jam tangan kayu.

Titik Balik dan Dukungan Rumah BUMN BRI

Titik balik usaha dirasakan ketika Ma.ja Watch mulai dikenal sebagai brand jam tangan kayu dengan identitas Indonesia yang kuat.

Kepercayaan datang dari berbagai komunitas, institusi, hingga ajang pameran nasional dan internasional.

Saat ini, Ma.ja Watch juga bermitra dengan Wonderful Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas brand awareness produk kriya lokal.

Produk Ma.ja Watch kini mencakup jam tangan pria, wanita, hingga kids series, serta produk turunan seperti strap kulit dan aksesori.

Desain minimalis berpadu dengan tema budaya dan alam Indonesia menjadi lini produk yang paling diminati pasar.

Perkembangan signifikan juga dirasakan sejak Ma.ja Watch bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI wilayah Jakarta pada 2023.

Berbagai program pelatihan UMKM, pendampingan bisnis, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam expo dan pameran menjadi bekal penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme usaha.

Komitmen BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global.

“BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan. Kisah Ma.ja Watch menjadi contoh bagaimana UMKM lokal dengan identitas kuat dapat berkembang dan menembus pasar internasional,” ujar Dhanny.

Menurutnya, Rumah BUMN BRI hadir sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan branding, hingga fasilitasi business matching agar UMKM Indonesia mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Menembus Pasar Global dengan Identitas Nusantara

Saat ini, produk Ma.ja Watch telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia dan mulai merambah pasar internasional melalui kanal digital serta pesanan khusus.

Brand ini juga tercatat sukses berpartisipasi dalam sejumlah pameran internasional, seperti Berlin Design Week, Handarty Korea, Style Bangkok, dan Global Sourcing Expo Australia.

Ke depan, Ma.ja Watch menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, penguatan brand sebagai produk kriya berkelanjutan, serta pengembangan koleksi baru yang terus mengangkat cerita daerah dan budaya Indonesia.

Justisia berharap Rumah BUMN BRI dapat terus menjadi mitra strategis bagi UMKM, khususnya dalam membuka akses pasar dan pendampingan berkelanjutan, agar UMKM Indonesia semakin siap bersaing di pasar global. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bri #watch #umkm #rumah BUMN #bbri