Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Sukses BRILink Agen di Alor: Dari Kios Sederhana, Kamaludin Lahiji Raih Juara Nasional 2025

Ali Sodiqin • Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:32 WIB
Berawal dari kios sederhana di Alor, Kamaludin Lahiji sukses jadi Juara Nasional Super BRILink Agen 2025 dan dorong inklusi keuangan desa.
Berawal dari kios sederhana di Alor, Kamaludin Lahiji sukses jadi Juara Nasional Super BRILink Agen 2025 dan dorong inklusi keuangan desa.

RADARBANYUWANGI.ID - Berawal dari sebuah kios sederhana di Kelurahan Kalabahi Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamaludin Lahiji tak pernah membayangkan bahwa usaha sampingan yang ia jalani sejak 2019 akan mengubah jalan hidupnya.

Dari niat sederhana membantu ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar, Kamaludin kini menjelma menjadi BRILink Agen berprestasi tingkat nasional.

Pada awal merintis usahanya, Kamaludin hanyalah pelaku usaha kecil yang mengelola kios di lingkungan tempat tinggalnya.

Keinginan menambah penghasilan keluarga sekaligus membantu warga sekitar mendorongnya membuka layanan BRILink Agen Sorwaru.

Langkah tersebut diambil karena kondisi geografis wilayahnya yang berada di kawasan pegunungan membuat akses terhadap layanan perbankan menjadi terbatas.

Di daerah tersebut, jarak menuju kantor bank cukup jauh dan membutuhkan waktu tempuh yang tidak singkat.

Kondisi inilah yang membuat kehadiran layanan perbankan berbasis agen menjadi sangat dibutuhkan masyarakat.

“Awalnya saya hanya anggap BRILink sebagai usaha sampingan. Yang utama itu kios. Tidak pernah terbayang akan menjadi seperti sekarang ini dan saya mendapatkan berbagai reward dari BRI,” ujar Kamaludin mengenang awal perjalanannya.

Layani Transaksi hingga Malam Hari

Seiring waktu, Kamaludin mulai merasakan manfaat keberadaan BRILink, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Ia bahkan memilih untuk tetap membuka kios dan layanan BRILink hingga malam hari.

Banyak warga dari daerah pegunungan datang ke Sorwaru untuk menjual hasil bumi, sekaligus melakukan berbagai transaksi keuangan.

Beragam layanan disediakan, mulai dari pembayaran BPJS, pembelian token listrik dan pulsa, hingga layanan pengiriman uang.

Pelayanan yang konsisten dan kedekatan dengan masyarakat membuat BRILink Agen Sorwaru berkembang pesat.

Saat ini, rata-rata transaksi yang dilayani Kamaludin mencapai 23.278 transaksi per bulan. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu BRILink Agen dengan kinerja tertinggi di wilayah kerja BRI.

“BRILink sangat bermanfaat bagi saya, keluarga, dan masyarakat. Terutama membantu mereka yang belum terlalu paham transaksi keuangan digital. BRILink Agen yang buka 24 jam ini memberi kemudahan bagi masyarakat pegunungan yang datang bertransaksi malam hari,” imbuhnya.

Raih Juara Nasional dan Hadiah Umrah

Dedikasi dan ketekunan Kamaludin akhirnya membuahkan hasil. Pada 2025, ia terpilih sebagai Juara Program Super BRILink Agen Tingkat Nasional, sekaligus berhak menerima hadiah umrah dari BRI.

Prestasi tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjangnya sebagai agen perbankan di wilayah pedalaman.

Capaian ini melengkapi sederet penghargaan yang telah ia terima sebelumnya.

Sejak bergabung sebagai BRILink Agen, Kamaludin telah mendapatkan berbagai bentuk apresiasi, mulai dari emas 5 gram pada 2019, sepeda motor pada 2021, motor listrik pada 2023, perjalanan ke Jepang pada 2024, hingga emas dan logam mulia.

Dampak Nyata Inklusi Keuangan di Pedalaman

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa keberhasilan BRILink Agen Sorwaru milik Kamaludin Lahiji menjadi bukti nyata bagaimana kemitraan antara pelaku usaha lokal dan BRI mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Menurut Dhanny, model bisnis berbasis kemitraan yang dijalankan BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan di wilayah pedalaman.

“Melalui model bisnis ini, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ungkap Dhanny.

Ia menambahkan, kehadiran BRILink Agen turut memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan UMKM,” tegasnya.

Ribuan Agen BRILink di Alor dan Jutaan Secara Nasional

Di wilayah Kabupaten Alor, tercatat terdapat 1.238 BRILink Agen yang tersebar di 18 kecamatan, 17 kelurahan, dan 158 desa.

Rata-rata transaksi yang tercatat mencapai 227.509 transaksi per bulan dengan sales volume sebesar Rp122,56 miliar.

Secara nasional, hingga Desember 2025, BRI didukung oleh sekitar 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jaringan ini telah menjangkau 66.098 desa, atau lebih dari 80 persen total desa di Tanah Air.

Melalui model bisnis berbasis kemitraan tersebut, AgenBRILink secara nasional telah memfasilitasi 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.746 triliun.

Kisah Kamaludin Lahiji menjadi cerminan bahwa dari kios kecil di pelosok negeri, lahir agen-agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan ekonomi lokal sekaligus memperluas inklusi keuangan nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#ekonomi kerakyatan #inklusi keuangan #bri #BRILink Agen #bbri