Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Becak Listrik Diuji Coba di Banyuwangi, yang Susah Ngontrol Gas

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 21 Januari 2026 | 02:30 WIB
Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Halaman gedung Korpri Selasa sore (20/1) dipenuhi ratusan tukang becak dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Sebanyak 200 tukang becak melakukan test ride becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah tukang becak tampak antusias. Didampingi instruktur, mereka berusaha mengenali beberapa sistem pengoperasian becak listrik. Mulai penggunaan gas hingga indikator baterai.

Suhaipi, 63, tukang becak asal Desa Labanasem, Kecamatan Kabat mengatakan, becak listrik lebih ringan dan tidak menguras tenaga.

Seorang tukang becak menjajal becak listrik di halaman gedung Korpri Banyuwangi, Selasa (20/1).
Seorang tukang becak menjajal becak listrik di halaman gedung Korpri Banyuwangi, Selasa (20/1).

Pria yang sudah mengayuh becak sejak sekitar 1985 menuturkan, proses pengoperasian becak juga mudah dipahami.

“Lebih gampang, tinggal penyesuaian saja. Kalau dibanding becak biasa, ini lebih enak karena ringan,” kata Suhaipi.

Hal senada disampaikan Samsuri,62. Dia dipanggil khusus untuk mengikuti uji coba becak listrik oleh Sekretaris Desa.

Samsuri kemudian berangkat karena ingin menjajal sekaligus mengetahui barang yang nanti akan diberikan kepadanya.

"Saya biasanya mbecak di Rogojampi, sudah tiga bulan lalu didata. Katanya mau dikasih becak listrik. Hari ini mulai nyoba, yang susah ngatur gas saja," kata Samsuri.

Kakek satu cucu itu berharap, dengan menggunakan becak listrik bisa mendapatkan uang lebih banyak.  

Meski tak seramai dulu, sekarang masih ada saja orang yang menggunakan jasa tukang becak untuk bepergian atau mengangkut barang.

“Sekarang penghasilan sehari kadang Rp 20 ribu sampai Rp 45 ribu. Kadang juga tidak dapat, tapi masih ada saja orang yang pakai becak” tuturnya.

Saking senangnya, berapa tukang becak menjajal sampai dua kali. Ahmad Sainik, 65, mengaku sangat senang akan mendapatkan becak listrik.

Dia bahkan dua kali mencoba becak berwarna cokelat itu untuk berkeliling halaman gedung Korpri.

"Dilihat saja sudah enak, apalagi dipakai kerja. Nanti kalau sudah dikasih becak lsitrik,  yang lama akan saya jual,’’ katanya.

Perwakilan tim instruktur becak listrik, Fajar Julianto mengatakan,  ada tujuh orang yang terlibat pada latihan cara penggunaan becak listrik.

Empat orang dari PT Pindad dan tiga orang dari yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Secara umum, becak listrik bekerja menyerupai motor listrik.

“Rata-rata peserta belum terbiasa dengan kontrol gas, jadi kami terus ingatkan agar tidak menarik gas terlalu kencang dan tidak melakukan pemotongan kabel,” jelas pria asal Madiun itu

Fajar  mengatakan, becak listrik aman digunakan saat hujan. Dengan catatan terpal pada becak ditutup saat hujan lebat untuk melindungi komponen.

Becak tersebut juga mampu membawa muatan maksimal dua hingga tiga orang.

“Hari ini uji coba diikuti 200 orang tukang becak. Kita ajari cara menggunakan dan merawat. Becak ini bisa digunakan dengan kecepatan maksimal sampai 40 kilometer per jam ,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja mengatakan,  pembagian becak akan dilakukan kemungkinan pada pekan ini. Becak akan dibagikan secara simbolis di pendapa Sabha Swagata.

"Kemungkinan tanggal 24 Januari, ini dipastikan dulu semua tukang becak sudah bisa mengendarai," pungkasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#becak listrik #banyuwangi #Presiden Prabowo