RADARBANYUWANGI.ID - Setelah sempat melemah sehari sebelumnya, harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Rabu (10/12/2025).
Logam mulia ini naik Rp 13.000 per gram, membawa harga emas Antam ke level Rp 2,416 juta per gram, dari sebelumnya Rp 2,403 juta per gram.
Kenaikan ini terjadi di tengah volatilitas pasar global dan tren penguatan harga emas internasional yang menjadi acuan pergerakan emas domestik.
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan serupa, yakni Rp 13.000, sehingga kini berada pada angka Rp 2,276 juta per gram.
Baca Juga: Rute Baru Banyuwangi–Lombok Resmi Dibuka: Wings Air Terbang Empat Kali Seminggu Mulai 21 Desember
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas batangan Antam pada Rabu pagi:
-
0,5 gram: Rp 1.258.000
-
1 gram: Rp 2.416.000
-
2 gram: Rp 4.782.000
-
3 gram: Rp 7.155.000
-
5 gram: Rp 11.895.000
-
10 gram: Rp 23.710.000
-
25 gram: Rp 59.110.000
-
50 gram: Rp 118.055.000
-
100 gram: Rp 235.960.000
-
250 gram: Rp 589.590.000
-
500 gram: Rp 1.178.900.000
-
1.000 gram (1 kg): Rp 2.356.600.000
Kenaikan harga hari ini terjadi setelah pada Selasa (9/12) emas Antam turun sebesar Rp 6.000 per gram.
Meski begitu, tren jangka panjang masih berada pada fase konsolidasi setelah mencetak rekor puncak pada Oktober 2025.
Sempat Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Emas Antam sebelumnya mencatat all time high (ATH) pada Selasa (21/10/2025), ketika harga menyentuh level Rp 2,487 juta per gram.
Level tersebut menjadi harga tertinggi emas batangan dalam sejarah perdagangan Antam.
Kenaikan harga emas belakangan ini dipicu sejumlah faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik, pelemahan sejumlah mata uang kuat, hingga minat investor terhadap aset aman (safe haven) menjelang penutupan tahun.
Baca Juga: Season 1 BJ League Tuntas, Empat Juara Lahir: Alen Kokoh di Puncak Klasemen Piala KONI Banyuwangi
Pasar Emas Masih Berpotensi Bergerak Positif
Sejumlah analis memperkirakan harga emas Antam berpeluang kembali mendekati rekor ATH bila sentimen global terus mengarah pada kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Bagi investor ritel, kenaikan ini menjadi sinyal bahwa emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang menarik, terlebih memasuki periode Nataru yang biasanya diikuti peningkatan transaksi logam mulia. (*)
Editor : Ali Sodiqin