RADARBANYUWANGI.ID - Stok beras di Banyuwangi dipastikan aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) mencatat stok beras di kabupaten ujung timur Jawa ini masih mengalami surplus lebih dari 35 ribu ton.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, pihaknya telah menghitung proyeksi neraca beras untuk periode Desember.
Konsumsi masyarakat diperkirakan mencapai 13.790 ton, sementara produksi lokal diproyeksikan menembus 49.467 ton.
“Artinya masih ada surplus beras sekitar 35.677 ton. Jumlah ini memastikan ketersediaan terjamin sampai Nataru,” ujar Ilham.
Dinas Pertanian juga melakukan monitoring langsung ke sejumlah penggilingan padi swasta.
Para pengusaha memastikan stok gabah stabil hingga kuartal pertama tahun 2026. Tak hanya itu, koordinasi dengan Bulog terus dilakukan.
Berdasarkan laporan terakhir, Banyuwangi memiliki stok beras 97.500 ton di gudang Bulog.
“Stok CBP berada pada posisi aman dan siap dimobilisasi kapan pun jika ada kenaikan permintaan atau dinamika harga,” imbuhnya.
Selain itu, jelang Nataru, Bulog bersama pemerintah juga menjalankan program Bantuan Pangan bagi warga berpendapatan rendah.
Sebanyak 100.829 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima paket beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk alokasi Oktober–November.
Program ini diyakini dapat meredam tekanan permintaan di pasar terbuka, sehingga harga komoditas tetap stabil.
“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan tetap terjaga. Masyarakat bisa menyambut Nataru dengan aman dan nyaman,” tegasnya
Pengurus Perpadi Banyuwangi Nurkholis menambahkan, laporan dari 120 penggilingan padi di Banyuwangi menunjukkan stok gabah dan beras masih mencukupi hingga panen raya padi pada Maret–April 2026.
“Stok aman untuk kebutuhan harian maupun menghadapi peningkatan permintaan dari pedagang dan konsumen menjelang Nataru,” pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin