Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Taman Blambangan Banyuwangi Bakal Disulap Jadi Ikon Baru Kota! Gandeng Arsitek Nasional Yori Antar, Anggaran Capai Rp10 Miliar!

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 13 Oktober 2025 | 12:20 WIB
Kalangan pelajar ikut andil dalam aksi bersih-bersih dan memilah sampah dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di kawasan Taman Blambangan pada Februari lalu (23/2).
Kalangan pelajar ikut andil dalam aksi bersih-bersih dan memilah sampah dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di kawasan Taman Blambangan pada Februari lalu (23/2).

RADARBANYUWANGI.ID - Salah satu Ikon ruang publik di Banyuwangi, Taman Blambangan, segera direvitalisasi.

Rencananya, revitalisasi kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang selama ini kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat maupun pemerintah itu akan melibatkan arsitek yang juga menangani revitalisasi Asrama Inggrisan, yakni Yori Antar.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan, tahun ini pihaknya fokus mematangkan desain dan konsep revitalisasi. Sedangkan untuk proyek fisik akan mulai dijalankan tahun depan.

“Tahun ini kami lakukan perencanaan secara maksimal. Untuk Taman Blambangan, kami menggandeng Pak Yori Antar. Beliau juga menangani kawasan Asrama Inggrisan. Konsepnya, kawasan kota akan terkoneksi tapi ruang publik di dalamnya tetap kita pertahankan,” kata Bayu.

Pemilihan arsitek tersebut, menurut Bayu, tak lepas dari revitalisasi kompleks Inggrisan dan Pasar Banyuwangi. Wajah dua kawasan itu akan berubah total setelah direvitalisasi.

Taman Blambangan sebagai area yang terkoneksi dengan dua kawasan tersebut juga ikut dikemas agar tampak menyatu dengan Pasar dan kompleks bersejarah Inggrisan.

“Jadi pembangunannya yang jelas setelah Pasar Banyuwangi dan Inggrisan selesai. Jadi dimulai tahun depan, sedangkan tahun ini konsepnya kami matangkan,” imbuhnya.

Selain itu, revitalisasi ini akan memperkuat fungsi Taman Blambangan sebagai ruang interaksi warga sekaligus memperindah wajah pusat kota.

Bayu menambahkan, akan ada perubahan di fasilitas jogging track dengan material ramah lingkungan seperti rubber atau gravel, menyerupai standar lintasan olahraga di GOR Tawang Alun.

Selain Taman Blambangan, rencana penataan Jalan Veteran yang menghubungkan kawasan Gedung Juang juga menjadi bagian dari proyek besar ini.

Akses jalan tersebut rencananya akan dipaving penuh untuk memperkuat konektivitas antar-ruang publik di jantung kota Banyuwangi.

“Kita rencanakan konektivitas dari Taman Blambangan ke Gesibu dan Jalan Veteran dengan paving berkualitas tinggi. Konsepnya seperti kota lama di Semarang, bukan paving lingkungan tapi grade tinggi yang estetis,” tambah Bayu.

Bayu memastikan dalam revitalisasi ini elemen cagar budaya dan fungsi publik seperti Gesibu Blambangan dan lapangan basket tetap dipertahankan.

Nilai historis kawasan akan dijaga, sedangkan desain baru akan menampilkan wajah kota yang lebih modern dan ramah pejalan kaki.

Proyek revitalisasi Taman Blambangan ini diproyeksikan memiliki anggaran maksimal Rp 10 miliar.

“Kami ingin ruang publik tetap hidup, tapi tampil lebih tertata dan layak. Dengan kolaborasi bersama arsitek nasional seperti Yori Antar, kami optimistis Taman Blambangan akan menjadi ikon kota yang semakin membanggakan,” pungkasnya. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Taman Blambangan #revitalisasi #banyuwangi