RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan serangkaian program bantuan sosial (bansos) dan stimulus ekonomi 2025.
Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional, mendorong konsumsi masyarakat, sekaligus menjaga target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 persen.
Program andalan yang diperkenalkan adalah paket stimulus ekonomi “8+4+5”, yang mencakup tiga komponen utama:
Baca Juga: Bocoran Pertanyaan Wawancara Kemenkop 2025 dan Cara Menjawab Agar Lolos
1. Delapan Program Akselerasi
Program percepatan pertumbuhan ekonomi, di antaranya magang berbayar bagi lulusan baru perguruan tinggi.
Peserta akan mendapat uang saku Rp3,3 juta per bulan selama enam bulan, dengan target awal 20 ribu peserta.
2. Empat Program yang Diperpanjang
Sejumlah program lama diperpanjang hingga 2026 untuk memastikan keberlanjutan dampak positif terhadap perekonomian.
3. Lima Program Khusus
Difokuskan pada penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain stimulus ekonomi, pemerintah menyiapkan bansos tambahan untuk meringankan beban rakyat:
-
Bantuan Pangan: Beras 10 kilogram akan disalurkan selama dua bulan (Oktober–November) dengan total anggaran Rp7 triliun. Setiap keluarga penerima manfaat juga akan mendapatkan minyak goreng 2 liter.
-
Bantuan Asuransi: Pemerintah menanggung 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama enam bulan bagi pekerja nonupah seperti pengemudi daring, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan tenaga logistik.
Baca Juga: Kisah Inspiratif! Pemahat Difabel Banyuwangi Hasilkan Barong Rp5 Juta Lewat Satu Tangan dan TikTok
Seluruh kebijakan ini akan dievaluasi pada Desember 2025 untuk mengukur efektivitas dan keberlanjutan program.
Pemerintah berharap paket stimulus 8+4+5 dan berbagai bansos tersebut dapat menjaga daya beli, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di jalur positif. (*)
Editor : Ali Sodiqin