RADARBANYUWANGI.ID – Harga cabai rawit di tingkat petani maupun pasar kembali merosot tajam. Di tingkat petani, harga saat ini hanya berkisar Rp 22 ribu per kilogram, jauh lebih rendah dibanding seminggu lalu yang masih berada di angka Rp 30 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram.
Kondisi ini membuat petani resah, terutama mereka yang sedang dalam masa tanam dan perawatan intensif.
“Sekarang harga cabai terus turun, petani rugi banyak,” keluh Ahmad Marzuki (53), petani asal Dusun Kedungsusmur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Senin (29/7).
Marzuki menambahkan, anjloknya harga cabai diperparah oleh cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Banyuwangi dalam dua hari terakhir membuat tanaman rentan terkena penyakit.
“Petani seperti kena dua kali serangan. Harga murah dan cuaca jelek,” ujarnya.
Menurutnya, biaya perawatan meningkat drastis jika hujan terus turun. Untuk lahan seperempat hektare, petani bisa menghabiskan hingga Rp 1 juta dalam sepekan hanya untuk membeli obat pengendali penyakit tanaman.
“Kalau tidak dirawat maksimal, bisa gagal panen total,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Petani lainnya, Kasianto (55), asal Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, menilai penurunan harga ini juga dipengaruhi oleh penutupan Jalur Gumitir. Jalur ini merupakan akses utama pengiriman cabai ke Jakarta.
“Kalau harus lewat jalur utara Situbondo, waktu tempuh jadi lebih lama. Cabai rawit itu sensitif, telat satu jam saja harganya bisa berubah drastis,” ungkapnya.
Kasianto menyebut, menjadi petani cabai tak ubahnya seperti berjudi. Modal yang dikeluarkan besar, tetapi harga sangat fluktuatif.
“Kalau lagi mahal bisa sampai Rp 100 ribu per kilogram, tapi kalau anjlok bisa di bawah Rp 20 ribu,” ujarnya.
Namun ia mengakui, sangat jarang terjadi harga tinggi bersamaan dengan panen melimpah.
“Kalau pas panen bagus dan harga tinggi, biasanya petani langsung beli motor baru. Tapi sekarang ya cuma bisa mengeluh,” katanya dengan nada getir.
Penurunan harga juga terjadi di Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon. Salah satu pedagang, Asnawi (57), mengatakan harga cabai rawit kini berkisar Rp 28 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram. Padahal pekan lalu sempat menyentuh Rp 45 ribu. “Akhir-akhir ini rutin turun,” ujarnya.
Asnawi juga mencatat penurunan harga cabai besar. Jika pekan lalu harganya Rp 28 ribu per kilogram, saat ini hanya Rp 22 ribu. “Stok memang sedang banyak, makanya harga jatuh,” terangnya.
Editor : Agung Sedana