RADAR BANYUWANGI - Minyakita yang berada di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, selain isinya kurang dari satu liter, harganya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Itu terjadi karena harga yang didapat oleh penjual pasar sudah melebihi harga semestinya.
Untuk diketahui HET Minyakita itu Rp 15.700 per liter, tapi di pasaran saat ini harganya mencapai Rp 16 ribu sampai Rp 18 ribu per liter.
Harga tersebut sudah jauh dari HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Mau bagaimana lagi, dari grosiran harganya melebihi HET,” kata salah satu pedagang di Pasar Rogojampi, Rukijah, 56, asal Dusun Pancoran Kulon, Desa/Kecamatan Rogojampi.
Rukijah mengaku saat kulakan Minyakita di grosiran harganya sudah Rp 195 ribu per kardus dengan isi dua belas bungkus dengan tulisan 1 liter per bungkus.
Sehingga jika dibagi perbungkus harganya Rp 16.250, harga tersebut sudah di atas HET.
“Kalau jual HET, siapa yang nanggung kerugiannya,” cetusnya.
Pedagang lainnya Suminah, 53, juga mengatakan harga yang didapat saat kulakan sudah diatas harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sehingga menjualnya di harga yang lebih tinggi. “Saya jual Rp 17.500 per liter jika beli eceran, jika beli banyak maka didiskon,” terangnya.
Harga Minyakita bisa diatas HET, lanjut dia, karena kelebihannya diambil untuk pegawai pengantar Minyakita, dan dari distributor sudah tinggi.
Sehingga membuat harga Minyakita jauh dari ketetapan pemerintah. “Keuntungan dari harga mahal itu kemungkinan dibuat ongkos kuli angkut,” katanya.
Sebelum viral masalah Minyakita, kata Suminah, harga per kardusnya malah lebih mahal dibandingkan saat ini.
Satu kardus bisa sampai Rp 210 ribu dari tempat grosir. “Akibat viral turun hingga Rp 195 ribu,” ungkapnya.
Jika kena marah lantaran jual mahal, lanjut Suminah, maka disuruh memarahi pedagang grosir.
Ia tidak tahu harga yang mahal ini. “Saya hanya menjual dan mengambil keuntungan sedikit,” ungkapnya.(cw3/abi)
Editor : Ali Sodiqin