Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berlaku Hari Ini, Segini Harga Terbaru Gas Elpiji Melon Setelah Dinaikkan Gubernur Jatim

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 15 Januari 2025 | 17:03 WIB
PENYESUAIAN: Warga memasang papan nama pangkalan dan harga baru elpiji tabung 3 kg di wilayah Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (14/1).
PENYESUAIAN: Warga memasang papan nama pangkalan dan harga baru elpiji tabung 3 kg di wilayah Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (14/1).

RadarBanyuwangi.id – Harga elpiji subsidi kemasan tabung 3 kilogram (kg) atau yang biasa disebut gas melon naik mulai Rabu (15/1/25).

Harga eceran tertinggi (HET) gas melon tersebut sebelumnya sebesar Rp 16 ribu, kini naik menjadi Rp 18 ribu per tabung.

Kenaikan harga gas melon didasarkan pada keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024.

Keputusan tersebut dikeluarkan pada 24 Desember 2024 lalu. Provinsi lain bahkan sudah menerapkan perubahan harga tersebut sejak beberapa waktu lalu.

Namun, khusus di Jawa Timur perubahan harga gas baru diterapkan mulai hari ini.

”Keputusan itu menyampaikan harga eceran tertinggi yang terbaru elpiji 3 kg yaitu Rp 18 ribu,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Nanin Oktaviantie kemarin (14/1).

Nanin menambahkan, informasi tentang kenaikan harga elpiji melon disampaikan pada pertengahan pekan lalu dalam rapat bersama Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur.

Mulai 15 Januari, kabupaten dan kota di Jatim diminta secara serentak mulai menyesuaikan HET terbaru.

”Hari ini (kemarin) kami sosialisasikan, termasuk ke media sosial. Insya Allah mulai besok (hari ini) pangkalan sudah menyesuaikan HET yang terbaru. Karena permintaan gubernur, 15 Januari sudah serentak di Jatim,” tegasnya.

Menurut Nanin, sosialisasi terkait kenaikan HET elpiji ini memang tidak dilakukan jauh-jauh hari. Salah satu alasannya untuk mencegah adanya penimbunan.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro yang selama ini menggunakan elpiji 3 kg diimbau untuk membeli langsung ke pangkalan.

Baca Juga: Asyik Nonton Janger, Rumah Milik  Warga Temurejo Banyuwangi Terbakar: Asal Api Diduga dari Ledakan Gas Elpiji dan Korsleting

Sebab, harga di pangkalan dipastikan sesuai dengan HET, yakni Rp18 ribu.

Nanin menyebut, ada 2.024 pangkalan yang tersebar di seluruh Banyuwangi.

”Jadi, jangan membeli di toko pengecer karena sudah ada margin Rp 2 ribu–Rp 3 ribu. Kalau di pangkalan sesuai HET. Harapan kami masyarakat bisa langsung ke pangkalan terdekat yang ada di desa masing-masing,” harapnya.

Nanin juga memastikan untuk stok elpiji 3 kg di Banyuwangi tergolong aman.

Akhir pekan lalu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan SBM Pertamina yang menangani elpiji 3 kg dan koordinator agen elpiji dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) terkait rencana kenaikan HET elpiji 3 kg pada 15 Januari 2025.

Di Banyuwangi, imbuh Nanin, konsumsi elpiji 3 kg sebanyak 53 ribu tabung setiap hari.

Dia juga berharap, tidak ada dampak lanjutan terkait kenaikan elpiji ini. Termasuk kenaikan produk-produk UMKM yang selama ini menggunakan gas elpiji subsidi sebagai bahan bakarnya.

”Semoga tidak berdampak ke sana, pelaku UMKM selaku konsumen dan pengguna biasanya akan melakukan penyesuaian,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#gas elpiji #harga gas 3 kg #khofifah #Gas Melon #naik #gubernur jatim