RadarBanyuwangi.id - Pemerintah Kabupaten Badung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan proyek Transit-Oriented Development (TOD) yang direncanakan akan memperbaiki tata ruang dan transportasi di Pulau Dewata.
Proyek ini akan berpegang pada prinsip keindahan dan kelestarian Bali, dengan pembangunan modern yang difokuskan di bawah tanah untuk menjaga estetika alam pulau tersebut.
Bupati Badung, Giri Prasta, menyatakan bahwa Pemkab Badung akan menyediakan lahan seluas 2 hektar untuk proyek ini, sementara Pemprov Bali turut berkontribusi dengan 5 hektar lahan.
Proyek TOD ini diatur dengan skema Business to Business (B2B), sehingga tidak akan menggunakan dana APBD baik dari Kabupaten Badung maupun Provinsi Bali.
"Pembangunan ini murni untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat serta wisatawan, sekaligus mengurangi kemacetan, polusi, dan penghematan energi," ujar Bupati Giri Prasta.
Ia menekankan bahwa proyek TOD tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga diorientasikan untuk masyarakat lokal.
Di tengah meningkatnya kemacetan dan kesemrawutan pembangunan, TOD diharapkan bisa menjadi solusi transportasi yang praktis dan nyaman.
Selain itu, proyek ini diharapkan akan meningkatkan daya tarik wisata, yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.
Bupati juga memastikan bahwa Bali Subway, bagian penting dari proyek TOD, akan memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.
"Kami berharap Bali Subway tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi di dalamnya," tambahnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi