Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sepekan Ramadan Berlalu Bisnis Kue Lebaran Mulai Menggeliat, Omzet Pedagang di Banyuwangi Tembus Rp 50 Juta

Gareta Yoga Eka Wardani • Selasa, 19 Maret 2024 | 17:10 WIB

SIBUK: Eli Mayasari menata kue Lebaran di toko Dua Saudara depan Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Senin (18/3).
SIBUK: Eli Mayasari menata kue Lebaran di toko Dua Saudara depan Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Senin (18/3).
Radarbanyuwangi.id – Memasuki pekan kedua Ramadan, permintaan kue kering untuk Lebaran mulai meningkat. Hanya dalam sehari, para pedagang mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah.

Itu seperti yang dirasakan oleh pedagang toko kue Dua Saudara depan Pasar Induk Genteng 1, Eli Mayasari, 34, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Dia mengaku, pada awal Ramadan penjualan kue kering cukup meningkat. “Lebih baik dibanding tahun sebelumnya saat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Kenaikan permintaan kue Lebaran, lanjut Eli, karena ekonomi masyarakat mulai pulih.

Selain itu, kegiatan masyarakat kembali normal. “Penjualan hingga awal Ramadan ini meningkat 20 persen,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Eli mengaku dalam sehari mampu menjual 300 ball kue kering kepada para pembeli.

Eli menyebut, omzet penjualan mampu mencapai Rp 50 juta. “Ketika pandemi Covid-19, penjualan paling tinggi Rp 35 juta per hari,” katanya.

Eli bersyukur, pada momen Ramadan ini menjadi berkah semua orang, juga pada dirinya.

Antusiasme masyarakat pada Lebaran mendatang, dilihat cukup tinggi. “Bisa dilihat dari peningkatan penjualan kue kering Lebaran,” katanya.

Meski mengalami peningkatan penjualan kue Lebaran, Eli mengaku masih ada dampak akibat pandemi Covid-19.

“Stok dari pabrik tahun ini masih berkurang dibanding beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pengurangan stok kue Lebaran itu, terang Eli, disebabkan penurunan permintaan kue selama pandemi Covid-19.

Akibatnya, hingga menjelang Lebaran tidak dapat menambah stok kue kering.

“Ramainya pembeli itu H-7 Lebaran, tapi kami tidak bisa menambah stok. Dari pabrik sudah sulit barang (kue) untuk dikirim ke Banyuwangi yang ada di daerah paling ujung,” terangnya.

Sedangkan jenis kue yang paling digemari masyarakat, jelas dia, itu jajanan lawas, seperti ladrang, stik rasa durian, dan kacang koro.

“Karena jajan itu bisa dinikmati berbagai kalangan, mulai dari yang muda hingga yang tua,” cetusnya.

Salah satu pembeli jajan Lebaran, Munaroh, 45, asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mengaku membeli jajan Lebaran pada awal Ramadan karena jenis jajan masih bervariasi.

“Banyak pilihan dan stoknya, kalau sudah akhir atau menjelang Lebaran stok sedikit,” katanya.(rei/abi)

Editor : Niklaas Andries
#omzet #penjualan #kue kering #Juta #lebaran #covid-19 #awal ramadan #pabrik #ramadhan #stok #Kacang Koro