Pihak pemerintah provinsi Jawa Timur memastikan bahwa stok pasokan BBM dan LPG aman untuk Ramadan dan Idul Fitri.
Kesiapan tersebut disampaikan PJ Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono usai menggelar rapat koordinasi dengan Kasdam V Brawijaya, Wadirreskrimsus Polda Jatim, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Bank Indonesia (BI), Pimpinan PT Perusahaan Gas Negara Tbk SOR III, Pimpinan Daerah V Hiswana Migas Jatim Balinusa, dan Plh Sekdaprov Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (5/3).
Dilansir Radar Surabaya, pemerintah sudah mempersiapkan langkah antisipasi dan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG saat Ramadan dan lebaran.
Bahkan, dia menegaskan seluruh stok pasokan BBM dan LPG dipastikan aman dan tercukupi selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Kami menggelar rakor bersama Pertamina khusus membahas terkait distribusi BBM dan LPG selama ramadhan hingga lebaran. Dari rakor ini kami nyatakan semua siap, stok dalam kondisi yang aman, tercukupi dan langkah-langkah demi menjamin kelancaran distribusi juga sudah kami bahas secara mendetail,” tegas Adhy.
Adhy mengatakan, Rakor bersama ini sebagai tindak lanjut dari arahan Mendagri pada Rakornas HKBN di Jakarta, Senin (4/3).
Yang mana salah satu arahannya adalah pemda harus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan BBM dan LPG selama Ramadan.
Adhy menambahkan, sampai saat ini, kondisi stok BBM dan LPG per 5 Maret 2024 cukup aman dan tercukupi.
Untuk jenis bahan bakar domestik/rumah tangga LPG 53.507 Metrik Ton atau 13 kali lipat konsumsi normal.
Untuk sektor transportasi BBM gasoline (bensin) mencapai 151.238 kilo liter (KL) atau 6,5 kali lipat konsumsi normal harian.
Untuk BBM gasoil (diesel) berada pada posisi 148.029 KL atau 12 kali lipat konsumsi normal harian.
Untuk sektor penerbangan, avtur mencapai 9.946 KL atau 13 kali lipat konsumsi normal harian.
Tak hanya itu, Adhy juga telah mengantongi data terkait proyeksi penjualan BBM dan LPG selama Satgas Ramadan-Idul Fitri 2024.
Yang mana diprediksi akan ada kenaikan konsumsi dan penjualan. Misalnya untuk gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green) diperkirakan meningkat 16 persen terhadap sales normal Oktober 2023.
Sedangkan untuk total gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) diprediksi akan turun sebesar 11 persen terhadap sales normal Oktober 2023.
Hal ini mengingat adanya pembatasan aturan perjalanan sektor logistik dan aktivitas industri saat libur lebaran.
Terkait infrastruktur yang disiapkan meliputi 19 IT/FT, 741 armada mobil tangki, dan 2.150 AMT, PTO 7 unit (di 5 terminal), 4 terminal/depot LPG, 3 SPPEK LPG, 1.449 SPBU reguler/BBM 1 harga/mini/kompak), 53 SPBU nelayan, 47 SPPBE, 1.014 agen LPG, 131 agen LPG NPSO, 12 DPPU.
"Satgas Ramadan-Idul Fitri akan melibatkan Internal Pertamina Lintas Holding-Subholding Pertamina, serta intansi eksternal terkait meliputi KESDM, perbankan, BPBD, Kemenhub, BPH Migas, Polri, TNI, Telkom Indonesia serta koordinasi bersama Hiswana Migas Jatimbalinus," urainya.
Adhy berpesan, agar TNI-Polri melakukan pemantauan dan pengawasan yang bisa menghambat gangguan distribusi serta gangguan penimbunan BBM dan LPG.
"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan melakukan penimbunan sehingga menganggu stabilitas ketersediaan pasokan BBM maupun LPG," tegasnya.
Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Dwi Puja Ariestya mengatakan, menghadapi Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2024 Pertamina akan menyediakan layanan ekstra untuk BBM dan LPG selama Satgas Ramadan - Idul Fitri.
Layanan ekstra tersebut rencananya akan dilakukan pada 28 Maret - 25 April 2024.
Layanan ekstra ini akan ditempatkan di Jalur Tol Trans Jawa dengan rincian 13 SPBU reguler, 12 kios modular, 4 titik layanan kesehatan dan 3 mobile storage dan untuk non tol ada 80 motorist Pertamina Delivery Service dan 4 mobile storage.
"Kami juga akan melakukan inspeksi terhadap kelayakan sarana dan prasana (sarpras) TBBM (pipa, tangki dsb), sarpras SPBU, Mobil Tangki dan kesehatan awak mobil tangki selama periode Satgas RAFI," pungkasnya.
Pemerintah terus berikhtiar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar khusyuk selama menjalankan Ibadah Suci Ramadan.
Yang terpenting, masyarakat bisa melaksanakan mudik dan balik dengan tenang, lancar serta tidak kesulitan mendapatkan pasokan BBM ketika melakukan perjalanan. (*)
Editor : Niklaas Andries