Hasil pantauan menunjukkan stok beras aman dan sudah mulai terjadi penurunan harga.
Sidak kebutuhan pangan dipimpin Wakil Bupati Sugirah, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nanang Haryono, dan Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun.
Tim mendatangi para pedagang beras di Pasar Tradisional Rogojampi. Ketersediaan beras relatif terjamin, meski harga beberapa jenisnya relatif mahal.
Para pedagang menjual beras medium SPHP seharga Rp 54.500 per kemasan 5 kg. Itu merupakan harga eceran tertinggi beras keluaran Bulog.
Sementara beras premium dijual di kisaran harga Rp 77.500 per kg atau Rp 15.500 per kg.
Selain mengecek stok dan harga beras, Satgas Pangan juga meninjau operasi pasar yang digelar di lokasi tak jauh dari pasar.
Warga tampak mengantre untuk bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah, yakni Rp 51 ribu per kemasan 5 kg.
Wabup Sugirah mengatakan, pengecekan stok dan harga beras di pasar untuk mengetahui kondisi di lapangan secara langsung.
”Operasi pasar murah ini salah satu langkah untuk menjaga agar masyarakat tidak kebingungan. Kami jaga harga agar tidak jadi permainan,” kata Sugirah.
Meski harga relatif mahal, Sugirah menyebut stok beras di Banyuwangi masih aman untuk sekitar lima bulan ke depan.
”Stok beras di gudang Bulog 8.500 ton dan masih terjaga sampai lima bulan ke depan,” kata Sugirah
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nanang Haryono mewanti-wanti agar tak ada masyarakat yang menyalahgunakan distribusi beras murah tersebut.
”Kami tidak segan-segan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan dan penyelewengan,” tegasnya.
Sesuai instruksi dari Kasatgas Pangan Polri, aparat diperintahkan melakukan tindakan tegas jika ada penyalahgunaan distribusi beras dan bahan pangan.
”Masyarakat jangan sampai panic buying. Kami akan memantau untuk menjamin ketersediaan beras aman. Jika ada pihak yang main-main akan kita tindak tegas,” tandasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun menyebut, pihaknya menggerojok 13 ton beras SPHP di pasar murah yang digelar di tiga titik hari ini.
Di antaranya 5 ton beras SPHP di Rogojampi dan 4 ton beras di Siliragung dan Bangorejo.
Warga hanya bisa membeli 10 kg atau 2 karung beras masing-masing 5 kg beras SPHP.
”Memang dibatasi agar tidak dijual kembali. Harapannya, beras ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat sendiri,” pungkas Harisun. (ddy/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries