RAMADA KUSUMA/RABA
BAKAL DIKIRIM KE NTT: Sebanyak 15 ribu ton beras impor dari Thailand disimpan di gudang Perum Bulog Banyuwangi di Jalan Gatot Subroto, Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Kamis (22/2).
Beras tersebut akan didistribusikan ke NTT dan NTB sebanyak 13 ribu ton, dan sisanya untuk kebutuhan warga Banyuwangi.
Beras tersebut selanjutnya disimpan di gudang Perum Bulog Banyuwangi, Jalan Gatot Subroto, Ketapang.
Beras impor tersebut diharapkan bisa membantu menstabilkan harga beras yang melambung hingga Rp 17.000 hingga Rp 21.000 per kilogram.
”Sesuai instruksi pusat, Banyuwangi hanya mendapatkan 2 ribu ton beras. Sisanya dikirimkan ke NTT yang saat ini kekurangan stok beras. Sebagian NTB sudah kami layani dengan pendistribusian menggunakan kapal MP Royal, sehingga nantinya pengiriman hanya ke NTT saja,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun.
Dikatakan Harisun, beras dari Thailand tersebut berkualitas premium dengan pecahan broken-nya hanya 5 persen.
Sedangkan untuk harga, pihaknya menjual di pasar murah Rp 10.200 per kilogram. Namun, ketika sudah diserahkan kepada toko-toko atau pasar, pedagang harus menjualnya seharga Rp 10.900.
”Penjualan harus tetap mengacu HET (harga eceran tertinggi) karena sesuai aturan yang sudah ada,”terangnya.
Harisun menambahkan, impor beras dilakukan karena dampak situasi El Nino yang luar biasa. Hal itu berimbas kepada produksi lantaran banyak petani yang mengalami banyak gagal panen.
Dampak El Nino bukan hanya dirasakan masyarakat Banyuwangi saja, hampir ke seluruh Indonesia.
Dengan kondisi ini, pemerintah mengharuskan melakukan impor beras dari luar untuk mencukupi kebutuhan.
”Banyuwangi sendiri membutuhkan 1.290 ton beras untuk alokasi dalam satu bulan. Sedangkan untuk penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dialokasikan 1.000 ton, jadi total sekitar 2.300 ton yang dibutuhkan,” pungkasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries