Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebutuhan Listrik 10 Tahun di Banyuwangi Dijamin Tercukupi, PLN Tambah Pasokan Listrik 500 Ribu Watt

Sigit Hariyadi • Selasa, 21 November 2023 | 01:00 WIB
SUPPORT PENUH: Bupati Ipuk Bertemu GM PLN UIP JBTB Anang Yahmadi di lounge Pelayanan Publik kantor Pemkab Banyuwangi membahas rencana pembangunan GITET berkapasitas 500 KV.
SUPPORT PENUH: Bupati Ipuk Bertemu GM PLN UIP JBTB Anang Yahmadi di lounge Pelayanan Publik kantor Pemkab Banyuwangi membahas rencana pembangunan GITET berkapasitas 500 KV.

RadarBanyuwangi.id – Satu lagi infrastruktur untuk mendorong sekaligus menopang kemajuan Banyuwangi segera dibangun di kabupaten the Sunrise of Java.

Mengacu pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan kinerja bagus beberapa tahun terakhir, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana menambah kuota listrik di Bumi Blambangan.

Ya, PLN berencana membangun proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) berkapasitas 500 kilovolt (KV) atau setara 500 ribu Watt di Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Penentuan lokasi (penlok) pembangunan fasilitas listrik tersebut sudah final.

Bahkan, pihak PLN sudah bertemu langsung dengan Bupati Ipuk Fiestiandani berkaitan rencana pembangunan tersebut. Hasilnya, Ipuk menyatakan pemkab menyambut baik proyek strategis nasional tersebut.

Bupati Ipuk mengatakan, pihaknya sudah bertemu pihak PLN dan menyampaikan rencana membangun infrastruktur jaringan listrik baru sebesar 500 KV.

“Kita menyambut baik proyek strategis nasional ini. Tentunya akan membuat Banyuwangi menjadi daerah yang semakin menarik untuk investasi,” ujarnya, Minggu (19/11).

Sebelumnya, General Manager (GM) PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) Anang Yahmadi telah bertemu Bupati Ipuk di Banyuwangi pada Jumat (17/11).

“Kami berterima kasih karena PLN ikut berperan dalam peningkatan kegiatan ekonomi di Banyuwangi. Karena tersedianya tenaga listrik menjadi salah satu syarat yang diminta oleh investor yang ingin masuk ke daerah,” kata Bupati Ipuk.

Sektor industri di Banyuwangi  tumbuh secara positif dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Ini membuat investasi juga tumbuh, seperti berdirinya Pabrik Gula terbesar di Indonesia di Kecamatan Glenmore hingga masuknya industri kereta api PT INKA.

Sejumlah jaringan hotel besar yang juga membutuhkan banyak pasokan listrik.

“Pemkab siap mendukung sesuai kewenangan kita. Semoga berjalan sesuai target pekerjaannya,” kata Ipuk.

Sementara itu, General Manager PLN UIP JBTB Anang Yahmadi mengatakan, JBC merupakan program strategis nasional yang tujuannya untuk meningkatkan kelistrikan, terutama di Banyuwangi yang ekonominya tumbuh pesat.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2022 tercatat 4,43 persen, meningkat dari sebelumnya yang 4,08 persen.

“Saat ini di Banyuwangi masih menggunakan saluran tegangan tinggi 160 KV dan kondisinya sudah pas-pasan. Artinya kalau mau ditambah lagi penggunanya sudah tidak cukup. Hal ini disebabkan ekonomi daerah yang meningkat, karena pertumbuhan industri baru dan sektor ekonomi lainnya,” ujar Anang.

 PLN harus menambah listrik dengan membangun infrastruktur jaringan listrik baru dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 KV yang akan membentang mulai Paiton sampai Banyuwangi.

“Kalau diistilahkan ini adalah jalan tol listrik yang akan memperlancar dan menambah kapasitas listrik ke daerah. Dengan jaringan baru ini kebutuhan listrik untuk mendukung industri Banyuwangi akan tercukupi sampai sepuluh tahun ke depan,” terang Anang.

Saat ini tahapan program JBC sudah memasuki persiapan kontruksi. “Diharapkan tahun depan proyek ini akan mulai dibangun dan akan selesai pada kisaran 2026,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#ipuk #listrik #bali #Infrastruktur #pln #GITET #gardu induk #banyuwangi