72 Pendidik MTsN 1 Banyuwangi Digembleng Menulis Opini, Ini Rumus yang Dibagikan

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 22:00 WIB
Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi memberikan materi penulisan opini di hadapan puluhan guru dan tenaga pendidik MTs Negeri 1 Banyuwangi, Jumat (11/9). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi memberikan materi penulisan opini di hadapan puluhan guru dan tenaga pendidik MTs Negeri 1 Banyuwangi, Jumat (11/9). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Sebanyak 72 guru dan tenaga pendidik MTsN 1 Banyuwangi mengikuti pelatihan singkat menulis opini/karya ilmiah popular, Jumat (11/9).

Kegiatan yang dipusatkan di Ma’had MTsN 1 Banyuwangi berlangsung gayeng. 

Peserta menyimak dengan saksama paparan Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi yang membedah trik menulis opini.

Suasana di dalam ruangan tambah ”hidup” saat sesi tanya jawab dibuka pada pelatihan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut.

Pelatihan literasi ini menjadi bagian penting dari In-House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Agenda strategis ini turut dihadiri Kepala Kemenag Banyuwangi Dr Chaironi Hidayat, Kepala MTsN 1 Banyuwangi Munawar Efendi, serta Pemimpin Redaksi Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud.

Di hadapan puluhan guru, Samsudin menegaskan bahwa opini bukanlah sekadar tempat curhat atau kumpulan kritik tanpa arah.

Dia membagikan formula paten Radar Banyuwangi agar tulisan dilirik redaktur.

"Rumus sederhananya, opini adalah gabungan dari gagasan, argumen, data, sudut pandang, dan solusi," kata Samsudin disambut anggukan para peserta.

Ia mencontohkan isu lokal terkait kemacetan Ketapang. Jika hanya disebut macet, itu baru sebatas informasi.

Namun, jika dibahas bahwa kemacetan tersebut merupakan masalah tata kelola transportasi yang butuh solusi permanen, tulisan itu sudah memiliki sudut pandang opini yang kuat.

"Gaya Radar Banyuwangi harus memiliki lead (teras) yang kuat dan tesis yang jelas sejak awal," imbuhnya.

Untuk penulis pemula, Samsudin membeberkan struktur taktis berupa rumus opini 5 paragraf.

Pola ini dimulai dari paragraf 1 untuk menarik perhatian pembaca.

Paragraf 2 memaparkan persoalan, paragraf 3 menganalisis masalah, paragraf 4 menyajikan argumen penulis, dan paragraf 5 ditutup dengan solusi yang konkret.  

"Idealnya panjang tulisan 650 hingga 1.000 kata," paparnya.

Samsudin juga mengingatkan agar para pendidik membuat judul yang menggoda—singkat, provokatif secara intelektual, tetapi tetap relevan—menggunakan teknik pertanyaan, kontras, maupun permainan kata. 

Bagian penutup pun dilarang hambar.

"Jangan mengakhiri tulisan dengan kalimat 'demikian opini ini semoga bermanfaat'. Penutup harus meninggalkan kesan mendalam," tegasnya.

Materi tersebut memicu antusiasme tinggi.

Pada sesi tanya jawab, belasan guru berebut mengacungkan jari, menanyakan teknis menyaring draf tulisan agar menembus media cetak. 

Menanggapi hal itu, Samsudin memotivasi bahwa guru memiliki modal berharga berupa pengalaman empiris di ruang kelas.

"Setiap hari guru punya cerita sukses, tantangan mendidik, hingga inovasi pembelajaran. Semua itu bisa dikemas menjadi tulisan ilmiah populer yang renyah tanpa harus menggunakan bahasa yang rumit," urainya.

Kepala MTsN 1 Banyuwangi, Munawar Efendi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan ikhtiar nyata madrasah untuk mendongkrak kecerdasan dan kompetensi para pendidik.

Dia menargetkan ilmu yang didapat tidak mandek di ruang pelatihan.

"Kami berharap ilmu ini langsung dipraktikkan, lalu ditransformasikan kepada anak-anak didik kami dalam proses belajar sehari-hari," tutur Munawar.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr Chaironi Hidayat.

Menurutnya, peningkatan SDM guru mutlak diperlukan agar kualitas pembelajaran di madrasah terus adaptif menjawab tantangan zaman.

"Kegiatan pengembangan kapasitas seperti ini sangat baik. Peningkatan kompetensi guru akan berbanding lurus dengan kemajuan pendidikan anak-anak ke depan," pungkas Chaironi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
pelatihan guru Banyuwangi menulis opini literasi guru Kurikulum Berbasis Cinta MTsN 1 Banyuwangi