RADAR BANYUWANGI - Radar Banyuwangi Digital Mission Race (Digi MR) 2026 yang digelar di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) pada Sabtu (22/8) tak hanya menguji wawasan dan ketangkasan peserta.
Kesadaran menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dalam tantangan yang harus dituntaskan setiap regu.
Salah satunya adalah melalui misi memilah sampah organik dan anorganik.
Pada pos ini, peserta dituntut mampu mengenali jenis sampah sekaligus menempatkannya pada wadah yang sesuai.
Hasil penilaian menunjukkan masih banyak peserta yang belum tepat menjalankan misi tersebut.
Dari nilai maksimal 50 poin, panitia menetapkan nilai 25 sebagai batas KKM.
Namun, hanya 10 regu yang mampu meraih nilai di atas batas tersebut.
Artinya, sebagian besar regu masih memperoleh nilai di bawah separuh nilai maksimal.
Kesalahan dalam mengenali jenis sampah menjadi salah satu faktor yang membuat nilai peserta belum maksimal.
Selain itu, masih ditemukan sampah yang tercecer.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Bayu Hadiyanto menilai, tantangan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah perlu dikenalkan melalui praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya.
Pesan yang ingin dibangun, lanjut Bayu, sederhana.
Sampah harus dikenali, dipilah, dan dibuang pada tempat yang sesuai.
Apabila kebiasaan kecil tersebut dilakukan secara konsisten, maka akan memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan.
Misi tersebut menjadi bagian dari konsep Radar Banyuwangi Digital Mission Race 2026 yang memadukan edukasi, tantangan, teknologi digital, dan kepedulian lingkungan.
Setiap tantangan dirancang agar peserta tidak sekadar berlomba menjadi yang tercepat, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari tantangan memilah sampah ini terlihat bahwa edukasi lingkungan masih perlu terus diperkuat.
Terutama membangun kebiasaan sederhana, mulai mengenali jenis sampah, membuang pada tempatnya, hingga memastikan tidak ada sampah yang tercecer.
"Lebih dari itu, peserta diharapkan membawa pulang kebiasaan positif untuk menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan," pungkas Bayu.
Editor : Lugas Rumpakaadi