RADAR BANYUWANGI — Perayaan Hari Anak di Brindo Internasional Homeschooling Banyuwangi tak sekadar diisi permainan edukatif. Enam guru sekolah dasar (SD) asal Belgia ikut membaur bersama para siswa, bermain, belajar, dan berinteraksi langsung dalam suasana penuh keceriaan, Jumat (24/7).
Kehadiran para pendidik asing tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi siswa. Bukan hanya karena mereka datang dari negara yang jauh, tetapi juga karena pertemuan itu membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenal budaya baru sekaligus mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung dengan penutur asing.
Direktur Brindo School, Yassin Soepardi, mengatakan kunjungan enam guru asal Belgia tersebut merupakan bagian dari kegiatan penelitian dan observasi pendidikan.
"Mereka secara khusus datang ke Indonesia untuk meneliti perkembangan pendidikan di sekolah nasional yang menggunakan kurikulum internasional, dalam hal ini kurikulum Cambridge," jelas Yassin.
Menurut dia, keenam guru tersebut merupakan perwakilan dari persatuan guru di Belgia. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 50 guru dari jenjang SD hingga SMA yang melakukan observasi pendidikan di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Surabaya dan Denpasar.
"Khusus yang datang berkunjung ke Brindo School adalah guru SD," terangnya.
Guru Belgia Ikut Outdoor Learning
Kunjungan enam guru Belgia tersebut terasa semakin spesial karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Anak.
Para pendidik itu tidak hanya datang untuk mengamati sistem pembelajaran yang diterapkan di Brindo School. Mereka juga ikut terlibat dalam kegiatan belajar di luar kelas atau outdoor learning yang dikemas melalui berbagai permainan edukatif.
Suasana pun berlangsung cair. Para guru Belgia terlihat menikmati momen ketika berinteraksi langsung dengan anak-anak. Mereka bermain, bercengkerama, dan mengikuti aktivitas bersama siswa.
Bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dengan cara yang berbeda. Pertemuan lintas negara itu memberikan ruang bagi anak-anak untuk berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara langsung dengan penutur asing.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri siswa. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari buku dan ruang kelas, tetapi juga belajar melalui pengalaman sosial dan interaksi dengan orang dari latar belakang budaya berbeda.
Kehadiran guru dari Belgia juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal keberagaman dunia sejak dini. Bahasa Inggris yang selama ini dipelajari dalam proses pembelajaran dapat dipraktikkan secara langsung dalam percakapan sehari-hari.
Guru Belgia Pesan Anak Tak Takut Belajar Bahasa Inggris
Salah satu perwakilan guru Belgia, Sara, turut memberikan pesan kepada para siswa agar tidak takut mempelajari bahasa Inggris.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris dapat menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk membuka peluang yang lebih luas di masa depan.
"Jangan pernah takut belajar bahasa Inggris. Teruslah berlatih setiap hari karena bahasa Inggris dapat membuka banyak peluang untuk masa depan kalian," pesannya.
Pesan tersebut mendapat konteks yang kuat dalam kegiatan Hari Anak di Brindo School. Para siswa tidak hanya mendengarkan motivasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris secara langsung bersama para tamu dari Belgia.
Interaksi tersebut membuat pembelajaran bahasa terasa lebih nyata dan menyenangkan. Anak-anak didorong untuk berani berbicara, bertanya, dan berkomunikasi tanpa takut melakukan kesalahan.
Brindo School Terapkan Kurikulum Cambridge
Yassin menjelaskan, Brindo International Homeschooling merupakan lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2020 dan berlokasi di Perum Mendut Regency Blok Exclusive 01, Banyuwangi.
Lembaga pendidikan tersebut menerapkan Kurikulum Cambridge dengan pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Sistem pembelajaran diarahkan untuk mendukung pengembangan karakter, kreativitas, sekaligus kompetensi global peserta didik.
Kunjungan para guru Belgia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik pendidikan yang diterapkan di Brindo School sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai pembelajaran.
Di sisi lain, kedatangan para pendidik asing tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Momentum Hari Anak yang biasanya identik dengan permainan dan keceriaan berkembang menjadi pengalaman belajar lintas budaya.
Anak-anak belajar bahwa dunia pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas. Ada kesempatan untuk mengenal budaya lain, berkomunikasi dengan orang dari negara berbeda, serta membangun keberanian untuk menggunakan bahasa asing.
Perayaan Hari Anak di Brindo School pun meninggalkan pengalaman yang lebih dari sekadar keceriaan. Di tengah permainan edukatif dan outdoor learning, para siswa mendapatkan pelajaran tentang keberanian, keterbukaan, dan pentingnya menguasai bahasa untuk menjembatani perbedaan.
Sementara bagi enam guru Belgia, kunjungan tersebut menjadi bagian dari observasi pendidikan di Indonesia. Pertemuan dua perspektif pendidikan dari dua negara pun bertemu dalam suasana yang paling dekat dengan dunia anak: belajar sambil bermain. (*)
Editor : Ali Sodiqin