RADAR BANYUWANGI - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Banyuwangi tak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan belajar baru. Momentum itu juga dimanfaatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi untuk membentengi para siswa dari ancaman penyalahgunaan narkotika melalui edukasi dan deklarasi anti narkoba di enam sekolah menengah atas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap kelompok usia remaja yang dinilai rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkotika. Selain menerima materi edukasi, para siswa baru juga mengikrarkan komitmen menjauhi narkoba dan menandatangani deklarasi sebagai simbol tekad bersama menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Pada hari keempat MPLS, Kamis (16/7), kegiatan sosialisasi digelar serentak di enam sekolah, yakni SMK Ihya Ulumuddin Singojuruh, SMAN 1 Glagah, SMAN Srono, SMAN Purwoharjo, SMAN 1 Bangorejo, dan SMAN 1 Pesanggaran.
Di SMAN 1 Glagah, sosialisasi dipimpin langsung Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud serta Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah.
Deklarasi Bersama Tolak Narkoba
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta MPLS mengikuti deklarasi anti narkoba sebagai bentuk komitmen bersama menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan sehat.
Melalui ikrar yang dibacakan bersama, para siswa menyatakan kesiapan menjunjung tinggi nilai moral dan agama dengan menjauhi narkotika dalam bentuk apa pun. Mereka juga berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta fokus meraih prestasi dan menjaga nama baik sekolah.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat dengan penandatanganan lembar deklarasi anti narkoba oleh seluruh peserta MPLS.
BNNK: Sekali Terjerumus, Masa Depan Bisa Rusak
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan menegaskan bahwa pelajar menjadi kelompok prioritas dalam program pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, pihaknya memanfaatkan MPLS sebagai momentum strategis untuk memberikan pemahaman sejak awal kepada siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan menengah.
"Jangan pernah mencoba-coba narkoba dalam bentuk apa pun. Sekali terjerumus, dampaknya bisa merusak masa depan, pendidikan, hingga kehidupan keluarga. Karena itu kami mengajak seluruh siswa menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba," tegasnya.
Menurut Rachmat, deklarasi dan penandatanganan ikrar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol komitmen bersama antara sekolah, siswa, orang tua, dan seluruh elemen pendidikan dalam membangun lingkungan yang bebas dari ancaman narkotika.
"Melalui rangkaian sosialisasi yang terus dilakukan selama MPLS, tentu kita berharap lahir generasi muda Banyuwangi yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjadi pelopor dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.
Sekolah Perkuat Lingkungan Belajar Sehat
Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah mengapresiasi konsistensi BNNK Banyuwangi yang terus memberikan edukasi kepada kalangan pelajar setiap memasuki tahun ajaran baru.
Menurutnya, pembekalan mengenai bahaya narkoba menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa sekaligus mencegah mereka terjerumus pada perilaku yang dapat merusak masa depan.
"Kami berharap melalui sosialisasi ini para siswa semakin memahami risiko dan dampak buruk narkoba. Sekolah berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika sehingga para siswa dapat fokus belajar dan meraih prestasi," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, BNNK Banyuwangi berharap budaya menolak narkoba tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebar ke keluarga dan masyarakat melalui peran aktif para pelajar sebagai agen perubahan. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin