Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Syarat Bahasa Inggris Dipermudah dan 10 Program Bisa Dipilih

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 5 Juli 2026 | 15:05 WIB
Ilustrasi - mahasiswa. (Pexels/Pavel Danilyuk)
Ilustrasi - mahasiswa. (Pexels/Pavel Danilyuk)

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor. Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 sejak 30 Juni 2026. Sedikitnya 10 program beasiswa disiapkan dengan sejumlah pembaruan penting, mulai dari kemudahan persyaratan bahasa Inggris hingga penambahan 14 universitas unggulan dunia khusus bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Kebijakan baru tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi calon penerima beasiswa tanpa mengurangi kualitas proses seleksi. Pemerintah juga memperluas pilihan perguruan tinggi tujuan sebagai bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung kebutuhan industri strategis nasional.

Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, mengatakan pendaftaran tahap kedua telah dibuka untuk masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui berbagai skema pendanaan yang disediakan pemerintah.

"Saat ini LPDP sedang membuka beasiswa LPDP untuk tahap kedua. Kita membuka setidaknya ada 10 program beasiswa," ujarnya dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival di Jakarta, Minggu (5/7/2026), dikutip Antara.

Pada seleksi Tahap II Tahun 2026, LPDP membuka berbagai skema pembiayaan pendidikan yang menyasar beragam latar belakang peserta. Program tersebut meliputi:

Menurut Risqi, beragam pilihan tersebut disusun agar masyarakat dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhan pembangunan nasional.

Perubahan paling menonjol pada seleksi LPDP Tahap II 2026 adalah penyederhanaan persyaratan kemampuan bahasa Inggris.

Jika pada seleksi sebelumnya peserta tujuan perguruan tinggi dalam negeri diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa Inggris dari lembaga tertentu, kini LPDP mengakui 35 jenis sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan perguruan tinggi di Indonesia.

"Kalau dulu yang bahasa Inggris itu dalam negeri pun harus menyampaikan sertifikat bahasa Inggris. Sekarang ada 35 sertifikat bahasa Inggris dari universitas perguruan tinggi dalam negeri yang diakui juga," kata Risqi.

Kemudahan lainnya diberikan kepada peserta yang telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi tujuan. Mereka tidak lagi diwajibkan mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris, baik untuk tujuan studi di dalam negeri maupun luar negeri.

"Bagi pemegang letter of acceptance dari universitas yang unconditional, itu tidak perlu lagi menyampaikan syarat bahasa Inggris. Baik untuk perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri," ujarnya.

Pemerintah berharap penyederhanaan persyaratan tersebut dapat menghilangkan hambatan administratif yang selama ini dihadapi sebagian calon pelamar.

Meski terdapat penyederhanaan persyaratan administrasi, mekanisme seleksi tidak mengalami perubahan.

Calon peserta tetap harus mengikuti tiga tahapan seleksi, yaitu:

  1. Seleksi administrasi.
  2. Seleksi bakat skolastik.
  3. Seleksi substansi.

"Tahap seleksinya ada tiga. Yang pertama adalah seleksi administrasi, seleksi bakat dan skolastik, dan juga nanti seleksi substansi," jelas Risqi.

Selain memperbarui persyaratan, LPDP juga memperluas daftar universitas tujuan prioritas untuk bidang STEM.

Jika sebelumnya terdapat 17 universitas unggulan dunia yang menjadi prioritas, kini pemerintah menambahkan 14 universitas unggulan khusus untuk bidang STEM.

Menurut Risqi, kebijakan tersebut diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan nasional yang memerlukan sumber daya manusia unggul pada delapan sektor industri strategis, seperti ketahanan pangan, industrialisasi, hingga ekonomi kreatif.

Tambahan universitas prioritas tersebut meliputi Peking University, The University of Hong Kong, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Paris-Saclay University, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), ETH Zurich, University of Toronto, Yale University, University of Chicago, University of Michigan, Columbia University, University of Pennsylvania, dan University of California Los Angeles (UCLA).

Sementara itu, daftar universitas unggulan yang telah lebih dulu menjadi prioritas antara lain University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, Technical University of Munich, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Harvard University, Princeton University, University of California Berkeley, California Institute of Technology, Cornell University, Johns Hopkins University, University of Tokyo, dan Tsinghua University.

Risqi mengatakan prioritas tersebut tidak hanya ditujukan bagi program studi STEM murni, tetapi juga bidang yang berkaitan dengan pengembangan industri strategis seperti hukum, ekonomi, kebijakan publik, dan administrasi publik.

Pemerintah berharap penyempurnaan kebijakan pada Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Risqi mengajak masyarakat untuk segera mempersiapkan seluruh persyaratan dan mengikuti informasi resmi mengenai jadwal, mekanisme pendaftaran, serta ketentuan seleksi melalui kanal resmi LPDP.

"Ini kabar baik yang kami dorong agar Bapak-Ibu nanti untuk mengajak putra putrinya," katanya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Beasiswa STEM #Beasiswa LPDP Tahap II 2026